- Menkeu Purbaya membeberkan alasan di balik pemecatan puluhan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.
- Tindakan tegas ini murni berkaitan dengan integritas pegawai, khususnya kasus penerimaan uang di luar wewenang.
- Purbaya menegaskan, tindakan tersebut sudah termasuk pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi lagi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasan di balik pemecatan puluhan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Tindakan tegas ini murni berkaitan dengan integritas pegawai, khususnya kasus penerimaan uang di luar wewenang.
Purbaya menegaskan, tindakan tersebut sudah termasuk pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi lagi.
"Ya dipecat. Jadi mungkin dia (Dirjen Pajak) menemukan orang-orang yang menerima uang, yang nggak bisa diampuni lagi, ya dipecat, ya biar aja," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).
Langkah pemecatan ini merupakan bagian dari upaya intensif untuk 'membersihkan' DJP dari praktik fraud oleh pegawainya sendiri. Purbaya mengirimkan pesan keras kepada seluruh jajaran pajak.
"Kita lakukan pembersihan di situ. Jadi pesannya adalah ke teman-teman pajak yang lain, sekarang bukan saatnya main-main lagi," tegas Purbaya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkap bahwa selama kepemimpinannya sejak Mei 2025, sebanyak 26 pegawai telah dipecat, dan 13 pegawai lainnya sedang dalam proses pemberhentian.
Bimo menyatakan bahwa langkah bersih-bersih ini adalah prioritas utama untuk menjaga kepercayaan wajib pajak. Ia berjanji akan menjadikan DJP institusi yang lebih profesional dan humanis.
"Seratus rupiah saja ada fraud yang dilakukan oleh anggota kami, akan saya pecat. 'Handphone' saya terbuka untuk whistle blower dari Bapak, Ibu dan saya jamin keamanannya," ucap Bimo.
Baca Juga: Begini Nasib Anggaran MBG yang Bakal Ditarik Menkeu Purbaya Jika Tak Terserap
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026