-
Pertamina Patra Niaga gunakan AI untuk Program Subsidi Tepat energi berkeadilan
-
Sistem AI otomatisasi verifikasi data, buat penyaluran subsidi lebih transparan
-
Inovasi AI Pertamina raih Indonesia Technology Excellence Awards kategori Oil & Gas.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina, menggunakan inovasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui program Subsidi Tepat yang kini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Program ini bukan hanya mempermudah proses distribusi, tetapi juga membantu memastikan energi bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Sejak diterapkan pada Agustus 2024, sistem berbasis AI ini telah mengotomasi verifikasi data diri dan kendaraan pengguna, mempercepat validasi transaksi, serta meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi energi Pertamina Patra Niaga.
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, mengatakan penyaluran energi hingga ke seluruh pelosok negeri merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mewujudkan energi yang berkeadilan.
Melalui inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat, perusahaan berupaya memastikan penyaluran BBM subsidi lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.
"Kami percaya, energi bersubsidi yang tersalurkan dengan tepat akan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat bukan sekadar soal teknologi, tapi tentang bagaimana kami memastikan manfaat energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak dan tepat sasaran," ujar Harsono di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Ia menambahkan, penerapan AI juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat penerima subsidi energi.
"Teknologi AI membantu kami menjaga akuntabilitas penyaluran, sehingga energi bersubsidi dapat sampai ke masyarakat dengan tepat sasaran," tuturnya.
Adapun, Lewat terobosan tersebut, Pertamina Patra Niaga berhasil meraih Indonesia Technology Excellence Awards (ITEA) 2025 untuk kategori Artificial Intelligence (AI) in Oil & Gas Industry yang digelar oleh The Asian Business Review di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: Bahlil Bertemu Purbaya, Tagih Pembayaran Kompensasi Listrik dan BBM
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan perusahaan mengembangkan inovasi bertajuk 'Transforming Subsidized Energy Distribution Through Smart Use of Artificial Intelligence' sebuah sistem yang memanfaatkan Generative AI (Gen-AI) untuk mendukung transformasi digital dalam penyaluran energi bersubsidi di seluruh Indonesia.
Penghargaan Indonesia Technology Excellence Awards (ITEA) sendiri merupakan ajang tahunan bergengsi yang memberikan apresiasi kepada perusahaan di berbagai sektor industri atas inovasi berbasis teknologi, data, dan kecerdasan buatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional