-
Modal asing masuk Rp 6,43 triliun ke pasar domestik pekan lalu
-
Dana masuk SBN dan saham, namun SRBI alami dana keluar Rp 1,19 triliun
-
Rupiah melemah ke Rp 16.560 per USD meskipun modal asing masuk deras
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing deras masuk ke dalam negeri pada periode 6 – 10 Oktober 2025 sebesar Rp 6,43 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan modal asing itu masuk dari pasar saham sebesar Rp 2,48 triliun serta Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi sebesar Rp 5,14 triliun.
Namun ada dana keluar sebesar Rp 1,19 triliun dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen hingg 9 Oktober 2025, modal asing masih tercatat keluar sebesar Rp 53,45 triliun di pasar saham dan Rp 132 triliun di SRBI, tetapi tetap masuk d sebesar Rp 26,46 triliun di pasar SBN," ujar Ramdan dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025).
Meski dana asing banyak yang masuk tak mendorong nilai tukar rupiah untuk menguat terhadap dolar.
Rupiah melemah pada Jumat pagi Rp 16.560 per USD dibandingkan pada penutupan Kamis sebesar Rp 16.540 per USD,
"Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun turun ke 6,10 persen. Yield UST 10 tahun naik ke 4,138 persen," kata Ramdan.
Sementara, Premi CDS Indonesia 5 tahun per 9 Oktober 2025 sebesar 78,37 bps, naik dibanding dengan 3 Oktober 2025 sebesar 77,22 bps.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Hingga September, Asing Bawa Kabur Dana Rp 54,75 Triliun dari Pasar Modal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi