- Menkeu Purbaya angkat bicara setelah menuai kritik atas aktivitas inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah bank BUMN.
- Purbaya menegaskan bahwa ia selalu datang didampingi dan diajak oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
- Purbaya menjelaskan, jabatannya sebagai Dewan Pengawas Danantara memberinya legitimasi untuk ikut serta dalam aktivitas tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara setelah menuai kritik atas aktivitas inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah bank BUMN, sebuah tindakan yang dinilai bukan wewenang seorang Menteri Keuangan.
Menjawab kritik tersebut, Purbaya menegaskan bahwa ia selalu datang didampingi dan diajak oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Kan saya ke sana nggak sendiri. Saya selalu sama Danantara, Danantara yang ajak saya ke sana. Saya Dewan Pengawas Danantara," kata Purbaya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10/2025).
Sidak yang telah dilakukan ke PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Mandiri ini memiliki misi utama yakni memantau realisasi penyerapan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank BUMN tersebut.
Purbaya menjelaskan, jabatannya sebagai Dewan Pengawas Danantara memberinya legitimasi untuk ikut serta dalam aktivitas tersebut. Terlebih, dana yang disalurkan adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah.
"Kebetulan uang saya yang sebelumnya di situ dan saya pengin tahu impact-nya seperti apa," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya hanya 'mengikuti' langkah Danantara. "Makanya saya nggak pernah jalan sendiri kan. Selalu ada orang Danantara di situ. Jadi yang sidak sebenarnya dari Danantara, saya ikutan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM
-
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
-
BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini
-
Bisnis Roby Tremonti, Sosok Diduga Terkait dalam Buku Aurelie Moeremans