-
Dua tahun terakhir tidak ada BUMN atau anak usaha yang IPO.
-
BEI berharap perusahaan BUMN berpotensi besar segera listing di bursa.
-
BEI targetkan 2 juta investor baru dan perkuat infrastruktur perdagangan 2026.
Suara.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengungkapkan dalam dua tahun terakhir tidak ada BUMN maupun anak usaha yang melakukan aksi penawaran saham perdanan atau Initial Public Offering (IPO).
Hal ini dikatakanya saat konferesi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secata virtual, Rabu (29/10/2025).
Pada saat itu, Iman awalnya menerangkan strategi BEI untuk meningkatkan kapitalisasi pasar sehingga bisa mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Salah satunya, berharap makin banyak perusahaan jumbo yang akan melakukan IPO, salah satunya BUMN. Menurut Iman, banyak perusahaan pelat merah maupun anak usahanya yang berpotensi
"Jadi artinya kita perbesar dan kita mesti lihat bahwa 2 tahun terakhir ini tidak ada BUMN maupun anak perusahaan BUMN yang listing di bursa. Jadi kita masih lihat banyak potensi atas perusahaan-perusahaan BUMN untuk listing di bursa efek," ujarnya.
Iman menuturkan, untuk mendongkrak kinerja pasar modal maupun IHSG, BEI juga akan membidik jumlah investor yang besar. Pada tahun 2026, ia menargetkan ada 2 juta investor baru, bahkan setiap tahunnya bisa meningkat.
"Tapi bukan hanya jumlah 2 juta yang penting tapi peningkatan transaksi harian. Dan saya dengan peningkatan transaksi harian dampaknya pasti IHSG-nya akan naik, market cap-nya juga akan naik perusahaannya," ucapnya.
Selain itu, Iman juga akan memperkuat infrastruktur dari sistem perdagangan dan pengawasan yang akan dijalankan pada tahun 2026.
"Dengan sistem yang baru kapasitas perdagangan kita meningkat lebih dari 3 kali dari yang existing. Jadi artinya apa? Sehingga tadi kan tidak mungkin kita meningkatkan orang yang bertransaksi, tapi engine-nya kita tingkatkan. Jadi semua suplai, demand, maupun infrastrukturnya kita juga tingkatkan sehingga ketika transaksi hariannya meningkat juga bisa engine-nya tidak problem," imbuhnya.
Baca Juga: BEI: IHSG Telah Melonjak 16,83 Persen dari Akhir Tahun 2024
Untuk diketahui, terakhir kali BUMN melakukan IPO yaitu pada Februari tahun 2023, di mana anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang melantai bursa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Tekanan Global hingga AI Warnai 2026, MCorp Buka Ruang Dialog Strategis Lintas Industri
-
Pos Indonesia Gandeng Emiten WIFI Bantu Distribusi Internet Rakyat
-
IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG