- Menko Airlangga, menegaskan bahwa program bantuan yang sudah berjalan dan diumumkan sebelumnya dinilai memadai untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi pasar mengenai kemungkinan adanya 'kado akhir tahun' berupa insentif fiskal baru.
- Pemerintah berpegangan pada dua program utama yang telah diumumkan sebelumnya, yang difokuskan pada perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja.
Suara.com - Pemerintah secara resmi memastikan tidak akan ada paket stimulus ekonomi tambahan yang digelontorkan pada kuartal IV tahun 2025 ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa program bantuan yang sudah berjalan dan diumumkan sebelumnya dinilai memadai untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.
Keputusan ini mengakhiri spekulasi pasar mengenai kemungkinan adanya 'kado akhir tahun' berupa insentif fiskal baru.
“Nggak ada (stimulus tambahan), cukup yang kemarin sudah ada. Kemarin kan stimulusnya salah satunya kan sampai desil keempat,” kata Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Pemerintah berpegangan pada dua program utama yang telah diumumkan sebelumnya, yang difokuskan pada perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja diantaranya:
1. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Diperluas
Stimulus ini berupa tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diperluas jangkauannya hingga kelompok ekonomi desil keempat. Perluasan target ini bertujuan untuk memastikan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah tetap terjaga di tengah tekanan inflasi dan menjelang kebutuhan puncak akhir tahun.
2. Program Magang Berbayar untuk Fresh Graduate
Program ini ditujukan khusus bagi lulusan baru perguruan tinggi. Melalui skema magang berbayar, pemerintah berupaya mengatasi masalah pengangguran terdidik dan memberikan pengalaman kerja yang relevan.
Baca Juga: Hyundai 'Kebelet' Garap Mobil Nasional Prabowo, Menperin Agus: Tunggu Dulu!
Target Peserta: Program ini menargetkan total 100.000 peserta (20 ribu di gelombang pertama, diikuti 80 ribu di gelombang kedua).
Fasilitas: Setiap peserta menerima uang saku bulanan sesuai standar daerah, serta jaminan sosial seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Jaminan Kematian.
Meskipun Menko Airlangga tidak merinci angka spesifik untuk setiap pos BLT yang diperluas, total alokasi anggaran untuk kedua program utama menjelang akhir tahun ini menjadi fokus.
Anggaran BLT: Dana ini diserap dari pos anggaran perlindungan sosial yang sudah ada, diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, untuk memastikan bantuan tunai tersalurkan hingga desil keempat.
Anggaran Program Magang: Dana yang digunakan mencakup biaya operasional, uang saku, dan jaminan sosial. Mengingat target 100.000 peserta, alokasi dana untuk program ini diperkirakan mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah yang dialokasikan melalui Kementerian/Lembaga terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut