- Rupiah menguat pada Senin (25/11/2025) ditutup di Rp16.699 berdasarkan data Bloomberg dan Rp16.709 versi Jisdor.
- Penguatan rupiah dipicu komentar positif IMF mengenai fondasi makroekonomi Indonesia yang semakin solid dan kuat.
- Keraguan pasar terhadap harga emas serta sinyal penurunan suku bunga The Fed turut mendukung penguatan rupiah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren menguat pada hari ini, Senin (25/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 16.699 per dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 0,10 persen dibanding penutupan pada Jumat akhir pekan kemarin.
Sedangkan, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp16.709.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah antara lain dipicu oleh komentar IMF pada pekan lalu yang menilai Indonesia berada pada lintasan pertumbuhan kuat dengan fondasi makro yang semakin solid.
IMF menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi 5 sampai 5,8 persen pada 2025 dan 5 sampai 6 persen pada 2026 sebagai indikasi bahwa stabilitas Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi terus menguat.
Kerangka kebijakan pemerintah meliputi investasi infrastruktur, penguatan industrialisasi hilir, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja juga telah membentuk basis pertumbuhan yang lebih kokoh dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia sebagai bentuk "rekayasa presisi" yang menjaga stabilitas makro sekaligus memperluas daya tarik investasi.
Sementara di luar negeri, keragu-raguan pelaku pasar mengenai tren harga emas selanjutnya juga membuat rupiah menguat terhadap dolar AS.
Pidato para pejabat The Fed dan kembalinya data ekonomi AS mengisyaratkan bahwa perekonomian solid, dengan pasar tenaga kerja yang tangguh tetapi harga-harga barang tetap tinggi.
Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve (Fed) pada bulan Desember melonjak menjadi sekitar 69 persen dari sekitar 44 persen seminggu sebelumnya.
Baca Juga: Aksi Jatuh Bareng: Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Terkoreksi
"Namun, sejumlah pejabat The Fed telah memperingatkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan pasar tenaga kerja terlalu ketat untuk pemangkasan suku bunga pada tahap ini, sehingga hasilnya masih belum pasti," bebernya.
Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang menguat pada awal pekan ini. Ringgit Malaysia juga terus menunjukkan keperkasaan, dengan kembali menguat 0,17 persen. Yen Jepang juga naik 0,20 persen setelah tertekan di pekan lalu.
Beberapa mata uang berada di zona merah. Salah satunya baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,31 persen, diikuti won Korea Selatan yang terkikis 0,29 persen dan peso Filipina tertekan 0,06 persen.
Yuan China juga terkoreksi 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,07 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Mulai Kembali Pulih Lawan Dolar AS di Level Rp16.707
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat di Jumat Sore, Didorong Surplus Transaksi Berjalan
-
Rupiah Masuk Zona Hijau Lawan Dolar Amerika, Terangkat Sentimen Ini
-
Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan
-
Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket