- Rupiah menguat tipis pada Jumat (21/11/2025) ke level Rp 16.716 per dolar AS, bangkit 0,12 persen.
- Penguatan rupiah dipicu surplus transaksi berjalan pertama dalam sepuluh kuartal terakhir pada kuartal III-2025.
- Prospek meredanya konflik Rusia-Ukraina dan menguatnya mata uang Asia lain juga turut mendukung rupiah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (21/11/2025) ditutup di level Rp 16.716 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah kembali bangkit 0,12 persen dibanding penutupan pada Kamis (20/11/2025) yang berada di level Rp 16.736 per dolar AS. Analis mengatakan menguatnya rupiah berkat laporan Bank Indonesia terkait surplus transaksi berjalan, capai pertama dalam 10 kuartal terakhir.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh laporan Bank Indonesia yang mencatat transaksi berjalan Indonesia surplus sebesar 4,0 miliar dolar AS atau 1,1 persen dari PDB pada kuartal III-2025.
Ini adalah surplus pertama sejak 10 kuartal terakhir. Posisi transaksi berjalan ini berbalik dibandingkan dengan defisit 2,7 miliar dolar AS atau 0,8 persen dari PDB pada kuartal II tahun ini.
"Surplus ini ditopang oleh neraca perdagangan Indonesia yang meningkat, disumbang terutama oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Defisit neraca jasa menurun seiring kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," bebernya.
Selain itu, neraca pendapatan primer mencatat defisit yang lebih rendah disebabkan oleh penurunan pembayaran imbal hasil investasi asing seiring dengan telah berlalunya periode pembayaran dividen dan bunga/kupon.
"Namun, BI mencatat defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan kenaikan harga minyak global.Lebih lanjut, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," bebernya.
Sementara di sisi eksternal, prospek meredanya perang Rusia - Ukraina juga mendongkrak rupiah. Dilaporkan, Presiden Ukrain Volodymyr Zelenskyy sudah siap bekerja sama dengan AS dalam rencana perdamaian dengan Rusia.
"Sebuah laporan Reuters menyebutkan bahwa Kyiv akan diminta untuk menyerahkan seluruh wilayah Donbas dan secara signifikan mengurangi kekuatan militernya, sebuah persyaratan yang telah lama dianggap oleh para pendukung Ukraina sebagai bentuk penyerahan diri," bebernya.
Baca Juga: Tunggu Keputusan BI-Rate, Rupiah Masih Keok Lawan Dolar Amerika
Adapun rupiah tidak sendiri menikmati penguatan pada sore ini. Beberapa mata uang Asia lainnya juga bergerak naik terhadap dolar AS. Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,37 persen. Disusul, dolar Singapura yang terangkat 0,07 persen.
Sedangkan, baht Thailand mengalami penurunan 0,16 persen dan yen Jepang melemah tipis 0,49 persen sore ini. Selanjutnya yuan China melemah 0,09 persen.
Berita Terkait
-
Data Neraca Transaksi Berjalan Positif, Bagaimana Nasib Dolar AS di Pasar Domestik?
-
Rupiah Masuk Zona Hijau Lawan Dolar Amerika, Terangkat Sentimen Ini
-
Rupiah Lesu Lawan Dolar AS, Karena The Fed Galau Soal Suku Bunga Acuan
-
Rupiah Kembali Merosot Sentuh Level Rp 16.748 per Dolar Amerika
-
Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis