- FIFGROUP mencatat hingga Oktober 2025, total penyaluran pembiayaan yang berorientasi ESG Rp1,62 triliun.
- Esther Sri Harjati mengatakan pembiayaan ini dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional.
- Pembiayaan berkelanjutan FIFGROUP disalurkan melalui tiga lini bisnis utama.
Suara.com - PT Federal International Finance (FIFGROUP) mencatat hingga Oktober 2025, total penyaluran pembiayaan yang berorientasi pada ekonomi hijau, sosial, dan tata kelola (ESG) mencapai Rp1,62 triliun.
Direktur Keuangan FIFGROUP Valentina Chai mengatakan capaian tersebut menunjukkan peran aktif perusahaan pembiayaan ini dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan finansial yang ramah lingkungan serta inklusif.
“Sebagai bagian dari Grup Astra, FIFGROUP senantiasa berkomitmen memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Valentina dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa pembiayaan berkelanjutan FIFGROUP disalurkan melalui tiga lini bisnis utama yakni FIFASTRA, SPEKTRA, dan FINATRA.
Salah satu pertumbuhan paling menonjol datang dari pembiayaan motor listrik. Sepanjang sepuluh bulan pertama 2025, pembiayaan untuk kendaraan rendah emisi ini melonjak 344% dibandingkan tahun 2024, mencerminkan peningkatan minat masyarakat terhadap solusi transportasi hijau.
Sebagian modal untuk program pembiayaan berkelanjutan berasal dari pendanaan berbasis ESG. FIFGROUP telah merealisasikan pinjaman USD 60 juta pada April 2024 dan USD 50 juta pada September 2025, sehingga total penerbitan instrumen ESG perusahaan mencapai USD 110 juta atau setara sekitar Rp1,82 triliun (kurs BI Oktober 2025: Rp16.626/USD).
"Seluruh dana tersebut telah dialokasikan untuk pembiayaan yang mendukung keberlanjutan," katanya.
Implementasi keberlanjutan FIFGROUP tak hanya hadir dalam produk pembiayaan, tetapi juga operasional internal. Hingga Oktober 2025, dimana perusahaan berhasil, menurunkan intensitas penggunaan air 9,38% dari baseline 2019, mendaur ulang 38,76% limbah padat atau 12,33 ton, menurunkan emisi GRK 20,64% atau 4.678,68 ton COe dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 14,45%
“Keberlanjutan adalah perjalanan bersama antara perusahaan, masyarakat, dan alam,” ujar Theresia Muliani, General Services, Building & ESRS Management Division Head FIFGROUP.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Tumbuh 25% Saat Kredit Nasional Melambat ke 7,36%
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK