- Superbank, yang merupakan transformasi Bank Fama International, dipimpin oleh EMTK didukung aliansi Grab, Singtel, dan KakaoBank.
- Kepemilikan mayoritas 31,11% dipegang EMTK, sementara Grab dan KakaoBank menyumbang integrasi ekosistem.
- Bank digital ini mencatat laba bersih Rp20,1 miliar pada semester I 2025, didukung rencana IPO.
Suara.com - Menjelang rencana Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank atau SUPA) ditopang oleh fondasi kepemilikan yang merupakan aliansi strategis antara raksasa teknologi dan finansial global.
Saat ini, kepemilikan Superbank dipimpin oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui entitas PT Elang Media Visitama, dan didukung oleh konsorsium kuat yang mencakup Grab, Singtel, serta KakaoBank Corp.
Bank ini memulai sejarahnya sebagai PT Bank Fama International (didirikan 1993). Transformasi besar dimulai ketika EMTK mengakuisisinya pada akhir 2021.
Tak lama setelah itu, raksasa regional seperti Grab dan Singtel bergabung pada awal 2022, diikuti oleh KakaoBank dari Korea Selatan pada 2023.
Perubahan nama resmi menjadi Superbank dan relokasi kantor pusat ke Jakarta pada 2023 menandai kelahiran bank digital ini.
Struktur Kepemilikan Superbank
Struktur kepemilikan Superbank merupakan cerminan kolaborasi unik. PT Elang Media Visitama (di bawah EMTK) menjadi pemegang saham mayoritas dengan persentase 31,11%.
EMTK tidak hanya menyuntikkan modal, tetapi juga memberikan akses luar biasa ke ekosistem media dan digitalnya yang luas di Indonesia, menciptakan keunggulan dalam basis pengguna dan pemasaran.
Pilar kunci lainnya adalah Grab (melalui PT Kudo Teknologi Indonesia), yang memiliki 19,16% saham.
Baca Juga: Profil PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO): Saham IPO, Keuangan, dan Prospek Bisnis
Keikutsertaan Grab memungkinkan integrasi langsung layanan bank ke dalam aplikasi Grab, menjangkau jutaan pengguna aktif harian untuk transaksi dan pembukaan rekening.
Konsorsium ini juga diperkuat oleh GXS Bank Pte. Ltd. (12,00%), yang membawa pengalaman kolaborasi dan inovasi dalam teknologi finansial.
Sementara itu, KakaoBank Corp. (9,95%) membawa know-how sebagai bank digital tersukses dari Korea Selatan, khususnya dalam model perbankan yang berfokus pada pengalaman pengguna yang user-friendly.
Terakhir, Singtel Alpha Investments (8,46%) melengkapi kekuatan ini dengan pengalaman dalam layanan digital dan telekomunikasi terdepan.
Kekuatan konsorsium pemilik strategis ini menjadi dorongan utama di balik wacana IPO Superbank.
Meskipun rencana ini masih dikategorikan sebagai rumor pasar oleh perusahaan, langkah-langkah seperti pertemuan dengan investor pada pertengahan Oktober 2025 menunjukkan keseriusan untuk menuju bursa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi