- DPR RI menyoroti rencana buyback saham oleh Himbara termasuk Bank Mandiri karena potensi dorongan pasar modal.
- Ketua Komisi VI DPR RI menyatakan buyback mengindikasikan optimisme manajemen terhadap fundamental perbankan BUMN.
- Rencana buyback ini dilakukan karena saham perbankan sedang tertekan, sementara BRI berencana buyback Rp 3 triliun.
Suara.com - Rencana pembelian kembali saham (buyback) yang akan dilakukan oleh perbankan BUMN atau Himpunan Bank Negara (Himbara), termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), mendapat sorotan dari DPR RI.
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi dorongan positif bagi pasar modal di tengah tekanan saham sektor perbankan beberapa waktu terakhir.
Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Anggia Ermarini, mengatakan bahwa aksi buyback dapat memberikan sinyal kuat kepada investor mengenai optimisme manajemen terhadap fundamental bisnis perbankan pelat merah.
"Jika melihat beberapa waktu terakhir, saham perbankan sedang dalam tekanan yang lumayan, baik karena faktor makroekonomi lokal maupun global. Itulah yang mendorong langkah buyback sebagai salah satu aksi untuk memperbaiki kondisi saham yang undervalue," ujar Anggia di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurut Anggia, keputusan tersebut menunjukkan bahwa bank-bank Himbara masih memiliki kemampuan permodalan yang solid.
Apalagi saat ini sektor perbankan mendapat tambahan likuiditas dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun, yang menjadi sentimen positif bagi pasar.
Ia menambahkan, buyback tidak hanya berfungsi menjaga harga saham, tetapi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja bank BUMN di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.
Anggia juga berharap bank-bank pelat merah tetap menjaga fungsi intermediasi agar likuiditas yang kuat dapat tersalurkan secara produktif ke sektor riil.
'Kalau ini berhasil, bank Himbara bisa semakin memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, baik dari sisi pertumbuhan lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, hingga dukungan terhadap sektor riil dan UMKM," imbuhnya.
Baca Juga: Emas Antam Masih Mahal Hari Ini, Harganya Rp 2.387.000 per Gram
Komisi VI DPR RI disebut akan terus mengawal setiap aksi korporasi bank-bank BUMN, termasuk memastikan penyaluran kredit tetap berorientasi pada kepentingan publik.
"Semoga langkah buyback ini benar-benar menjadi angin segar bagi pemegang saham dan investor, baik domestik maupun global, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap industri perbankan nasional," kata Anggia.
Ramai-ramai Buyback
Himpunan Bank Negara (Himbara) melakukan ramai-ramai melakukan rencana pembelian kembali saham atau buyback.
Terbaru, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang akan berencana Buyback sebesar Rp 1,17 triliun.
Kemudian. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) juga berencana melakukan aksi buyback sebesar Rp 3 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia
-
Optimalkan Jualan Online, UMKM Kue Kering Alami Lonjakan Pesanan hingga 100% Jelang Lebaran
-
Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%