- Harga emas Antam 1 gram pada Kamis, 27 November 2025, mencapai Rp 2.387.000, naik Rp 9.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas Antam mengalami kenaikan, sementara harga emas dunia tergelincir karena optimisme suku bunga AS lebih rendah.
- Harga buyback emas Antam juga naik Rp 9.000 menjadi Rp 2.248.000 per gram, belum termasuk pajak.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 27 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.387.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu berbalik melonjak Rp 9.000 dibandingkan hari Rabu, 26 November 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.248.000 per gram.
Harga buyback itu juga melonjak Rp 9.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.243.500
- Emas 1 Gram Rp 2.387.000
- Emas 2 gram Rp 4.714.000
- Emas 3 gram Rp 7.046.000
- Emas 5 gram Rp 11.710.000
- Emas 10 gram Rp 23.365.000
- Emas 25 gram Rp 58.287.000
- Emas 50 gram Rp 116.495.000
- Emas 100 gram Rp 232.912.000
- Emas 250 gram Rp 582.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.163.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.327.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Tergelincir
Harga emas dunia (XAU/USD) tergelincir pada sesi Asia, Kamis, setelah mencetak kenaikan ke level tertinggi hampir dua minggu pada perdagangan sebelumnya.
Menurut laporan FXStreet, tekanan jual muncul seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek suku bunga AS yang lebih rendah serta harapan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Harga Emas Kompak Naik! Cek Rincian Terbaru Logam Mulia di Pegadaian Hari Ini
Sentimen positif di pasar keuangan tersebut mendorong arus keluar dari aset safe haven seperti emas. Kondisi ini juga diperkuat oleh tipisnya volume perdagangan akibat libur Thanksgiving di Amerika Serikat.
Sepanjang pekan ini, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan hasil beragam, namun tidak cukup mengubah pandangan pasar bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Desember.
Ekspektasi tersebut membuat dolar AS merosot ke posisi terendah dalam lebih dari satu minggu. Pelemahan dolar umumnya menjadi angin segar bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil, sehingga penurunan harga emas diperkirakan masih akan terbatas.
Dalam aspek teknikal, koreksi emas diperkirakan akan menemukan support kuat di area USD 4.132–USD 4.130. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju USD 4.100.
Tekanan jual yang lebih dalam bahkan bisa menguji support konfluensi di sekitar USD 4.040, area yang berisi Exponential Moving Average (EMA) 200 periode pada grafik 4 jam serta garis tren naik sejak akhir Oktober.
Penurunan solid di bawah level itu dapat mengubah bias jangka pendek menjadi bearish dan menyeret emas ke level psikologis USD 4.000.
Sebaliknya, di sisi atas, zona USD 4.171 – USD 4.173, evel tertinggi hampir dua minggu yang dicapai Rabu, kini menjadi rintangan terdekat. Jika ditembus, emas berpeluang kembali menuju USD 4.200, dan penguatan lebih lanjut dapat membuka jalan untuk menguji swing high bulanan di sekitar USD 4.245.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026