- Anggaran Kementerian PKP tahun 2026 naik dua kali lipat berkat dukungan Presiden Prabowo dan DPR.
- Program bedah rumah melonjak dari 45 ribu menjadi 400 ribu unit, ditambah 350 ribu rumah subsidi baru.
- Pemerintah akan membangun rusun berbasis aset negara dan membebaskan biaya administrasi (BPHTB dan PBG) bagi MBR.
Suara.com - Anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dipastikan melonjak signifikan pada tahun 2026. Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut dukungan Presiden Prabowo Subianto dan legislator membuat alokasi anggaran tahun depan naik hingga dua kali lipat.
"Yang pertama, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Pak Menko, Menteri Keuangan, dan juga teman-teman DPR, dukungannya luar biasa. Tahun depan itu, anggaran Kementerian kami naik 100 persen," ujar Maruarar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, yang dikutip Kamis (27/11/2025).
Maruarar menyebut program bedah rumah menjadi salah satu sektor yang mengalami lonjakan anggaran paling besar. Dari 45 ribu unit pada tahun ini, jumlahnya naik drastis menjadi 400 ribu unit pada tahun depan.
"Artinya dibedah ini dari tidak layak huni, jadi layak huni. Ini membuktikan Bapak Prabowo, sebagai Presiden, sangat memperhatikan rumah rakyat yang tidak layak huni. Dari 45 ribu menjadi 400 ribu itu mungkin sekitar 8 kali lipat jumlahnya," ucapnya.
Selain bedah rumah, pemerintah juga akan membangun 350 ribu rumah subsidi yang diklaim Maruarar sebagai jumlah terbesar sepanjang sejarah.
"Kemudian untuk rumah subsidi, juga tahun ini paling besar sepanjang sejarah, 350 ribu," ucapnya.
Maruarar mengatakan berbagai biaya administrasi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) juga akan digratiskan.
"BPHTB dan PBG buat MBR itu digratiskan. Ini juga pertama kali ya, BPHTB dan PBG digratiskan. Ini kabar baik yang sangat luar biasa," tuturnya.
Rusun Berbasis Aset Negara
Baca Juga: Alasan Menteri Maruarar Sirait Minta SLIK OJK Dihapus atau Pemutihan Pinjol
Ia menjelaskan skema rumah susun berbasis aset negara juga mulai disiapkan untuk tahun depan. Pemerintah akan memanfaatkan lahan milik negara di kota-kota besar untuk pembangunan rusun yang nantinya disewakan kepada masyarakat.
"Kita akan buat banyak di tahun depan, di beberapa kota-kota besar. Polanya adalah tetap milik negara, tetapi nanti disewakan. Sehingga nanti rakyat bisa menikmati," imbuhnya.
Maruarar mencontohkan lahan negara di Denpasar, yang akan kembali dimanfaatkan setelah digunakan untuk rusun ASN. Ia menegaskan alokasi rusun ke depan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga untuk MBR.
"ASN-nya kita urus, tapi rakyatnya juga kita urus,"katanya.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi besar karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif. Satu unit rumah subsidi bisa menyerap 4–5 pekerja.
"Kalau 5 orang, 350 ribu kali 5, 1.650.000 orang yang bisa bekerja. Belum lagi warung makan, pasar, hingga toko material yang ikut hidup," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM
-
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
-
BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini