- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,43 persen menjadi 8.508 pada Jumat, 28 November 2025 akibat aksi ambil untung investor.
- Pelemahan IHSG didominasi oleh saham sektor teknologi, sementara sektor energi berhasil menahan pelemahan indeks tersebut.
- Rupiah melemah ke Rp16.675 per dolar AS; arah IHSG pekan depan bergantung rilis data ekonomi awal Desember.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat, 28 November 2025 ditutup melemah 0,43 persem ke level 8.508.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyebut, pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh rekor tertinggi baru di awal pekan, sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor.
Dari sisi teknikal, IHSG kini berada di bawah MA5 namun masih bertahan di atas MA20. Indikator histogram MACD menunjukkan positive slope yang melemah, sedangkan Stochastic RSI bergerak menurun, menandakan tekanan jual masih dominan dalam jangka pendek.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways dalam rentang 8.470–8.600 pada pekan depan.
Saham Teknologi Seret Pelemahan IHSG
Adapun, Koreksi IHSG terutama diseret oleh saham-saham sektor teknologi yang mencatat pelemahan terdalam sepanjang sesi perdagangan.
Sebaliknya, sektor energi menjadi penopang indeks setelah membukukan penguatan di tengah pergerakan harga komoditas global.
Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.675 per dolar AS, setelah sempat menguat di awal pekan. Sentimen dari global ikut memberikan tekanan tambahan ke pasar domestik.
Dari dalam negeri, pasar akan menantikan deretan rilis data pada awal Desember, yakni, data indeks manufaktur, Neraca perdagangan Oktober, Inflasi November, dan Cadangan devisa.
Data-data tersebut akan menjadi faktor penentu arah IHSG pada pekan pertama Desember.
Baca Juga: IHSG Berbalik Menghijau di Jumat Pagi, Tapi Rawan Alami Koreksi
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 40,50 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,34 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,33 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 300 saham bergerak naik, sedangkan 389 saham mengalami penurunan, dan 267 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, APIC, BYAN, CBDK, CMRY, CTBN, DNET, DSSA, DUTI, FISH, INKP, LINK, MLPT.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ADES, AMMN, BHAT, BOGA, CBUT, DCII, EGDE, GGRM, ICBP, INCO, INTP, LIFE, PACK.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Tak Cuma Impor Solar, Impor Avtur Juga Akan Dihentikan
-
Purbaya Buka Opsi Diskon Tarif Listrik untuk Korban Banjir Sumatra
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
-
RDMP Balikpapan Alami Hambatan, Bahlil Tuding Ada Pihak Tak Suka RI Swasembada Energi
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
-
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak