- Pemerintah membuka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang digagas Kemnaker untuk meningkatkan kompetensi SDM menuju Indonesia Emas 2045.
- Program gratis ini menjaring 70 ribu peserta setahun di 33 lokasi, mencakup 31 kejuruan dengan opsi daring, luring, dan hybrid.
- Peserta pelatihan dapat mengakses berbagai benefit seperti bantuan transportasi, fasilitas asrama, serta sertifikat kompetensi BNSP.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Pemerintah resmi membuka program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Menko Perekonomian menyatakan kalau Pelatihan Vokasi Nasional berfokus pada peningkatan hard dan soft skills sehingga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah dalam pengembangan SDM untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara gratis oleh Pemerintah. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja atau berwirausaha," kata Airlangga, Jumat (27/2/2026).
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 terbagi dalam tiga batch pelatihan, dengan sekitar 20 ribu peserta per batch. Sedangkan totalnya akan menjaring 70 ribu peserta dalam setahun.
"Ke depan, diharapkan kuota ini dapat terus ditingkatkan oleh Kemnaker,” lanjutnya.
Program ini dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) dan Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), jumlah lulusan SMA/SMK tahun ajaran 2024/2025 yaitu sebanyak 3,28 juta.
Sementara data BPS menunjukkan lulusan SMA menyumbang 31,05 juta pekerja atau 20,99 persen dari total pekerja nasional yang berjumlah sekitar 148 juta orang. Adapun lulusan SMK berkontribusi 20,80 juta pekerja atau 14 persen dari total pekerja nasional.
Jika digabungkan, kontribusi lulusan SMA/SMK mencapai sekitar 35 persen dari total pekerja.
Baca Juga: Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
Program Pelatihan Vokasi Nasional akan mencakup bidang meliputi:
- Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Bisnis dan Manajemen
- Pariwisata
- Tata Busana
- Garmen dan Apparel
- Otomotif
- Housekeeping
- Teknik Kelistrikan
- Smart Farming
- Konstruksi
- Barista
- Budidaya Perikanan
- Penata Rambut dan Rias Wajah
- Memasak
- Menjahit Pakaian
- Pemeliharaan Kendaraan
- Pemandu Wisata
- Pemasaran Digital
- Keamanan Siber
- Instalasi Panel Surya
- Pengelasan (Welding)
- Computer Numerical Control (CNC)
- Otomasi Industri
- Kendaraan Listrik
- Pelatihan prioritas Presiden seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG)
Berbagai pelatihan ini ada yang diselenggarakan secara luring, daring, maupun hybrid dengan lebih 820 kelas pelatihan yang berfokus pada 31 kejuruan.
Syarat dan cara daftar program Pelatihan Vokasi Nasional
Bagi para siswa lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang sudah memenuhi persyaratan seperti berusia minimal 17 tahun, sudah mempunyai akun SiapKerja, dan sudah lulus dalam tiga tahun terakhir, dapat berpartisipasi menjadi peserta dengan mengakses portal resmi skillhub.kemnaker.go.id.
Dengan mengikuti program ini, para peserta akan mendapatkan benefit seperti bantuan transportasi sebesar Rp 20 ribu per hari (lamanya sesuai jangka waktu pelatihan), iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi BNSP, serta khusus untuk peserta dari luar kota dapat difasilitasi asrama pada pelatihan tertentu.
“Saya harap penyelenggaraan program pelatihan vokasi ini juga dapat melibatkan penyelenggara pelatihan yang bukan hanya dari unit kerja Kemnaker, namun juga dapat mengintegrasikan balai pelatihan yang dimiliki berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Daerah lainnya, dan juga instansi swasta. Sehingga, tata kelola program pelatihan secara nasional dapat berjalan optimal, tidak ada duplikasi, berkesinambungan, dan efisien,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran
-
PHK Buruh Mie Sedap Sedang Dimonitor Kemenaker
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
-
Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun