Suara.com - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) di Kota Bandung dipastikan berjalan lancar. PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui Kantorpos KCU Bandung.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau langsung proses penyaluran sebagai bagian dari monitoring percepatan distribusi bantuan secara nasional. Ia memastikan penyaluran di Bandung dan sejumlah daerah berjalan sesuai target.
Mensos menyampaikan bahwa penyaluran BLT Kesra secara nasional telah melampaui 50 persen dari total 12 juta KPM.
“Alhamdulillah, dari 12 juta itu sudah tersalur lebih dari 50 persen. Tertib, dan saya melihat langsung bagaimana mereka bersyukur dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” ujar Saifullah.
Lebih lanjut, Mensos juga menegaskan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Dengan demikian, banyak masyarakat yang membutuhkan bisa menikmati bantuan ini.
"Per hari ini kita juga akan mengirim lagi ke BPS 1.300.000 lebih KPM baru yang telah dilakukan verifikasi. Dengan begitu, secara keseluruhan insyaallah sudah lebih dari 30 juta data penerima manfaat, baik reguler maupun yang baru telah terverifikasi dan siap untuk disalurkan secara bertahap," kata Saifullah.
Ia berharap seluruh data terverifikasi dapat tersalurkan pada awal Desember, sambil tetap memperhatikan mekanisme PT Pos Indonesia.
"Harapan kami, nanti mungkin di awal Desember sesuai data yang terverifikasi sudah semuanya bisa disalurkan. Tapi nanti kita lihat di lapangannya seperti apa, karena PT Pos punya prosedur, mekanisme untuk menyalurkan ini dengan baik," tambahnya.
Selain itu, Mensos juga berharap pihaknya bersama Pos Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) saat melaksanakan penyaluran bantuan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemda demi menjaga ketertiban dan menghindari antrean panjang.
Baca Juga: BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern
3 Pola Penyaluran oleh PT Pos Indonesia
Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menjelaskan penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui tiga pola: pembayaran di kantor pos, penyaluran berbasis komunitas, dan layanan antar untuk lansia serta warga sakit.
"PT Pos Indonesia alhamdulillah diberi amanah oleh negara untuk menyalurkan bantuan ini. Kami menyalurkan ini dengan tiga pola. Dibayarkan di Kantorpos, di komunitas, dan antaran untuk orang-orang tua kita yang lansia, yang sedang sakit," jelas Haris.
Haris mengungkapkan progres pencairan nasional. Menurutnya, hingga pukul 07.00 pagi, Pos Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada 7,2 juta penerima atau 58 persen dari total 12 juta KPM.
Ia memastikan PT Pos menargetkan penyaluran selesai pada akhir November.
"Karena alhamdulillah kemarin posisinya kami sudah bisa menyalurkan 1 hari dalam angka 1,8 juta. Insyaallah di tiga hari ke depan ini kami bisa menuntaskan tugas ini," jelas Haris.
Berita Terkait
-
BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern
-
Faber Instrument Hadirkan Inovasi Audio Kayu Jati Melalui Ekosistem BRI UMKM EXPO(RT)
-
Perkuat Tulang Punggung Ekonomi, BRI Salurkan KUR untuk UMKM
-
Jadi Pondasi Ekonomi Daerah, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh pada UMKM
-
GoFood Digitalisasi Ratusan UMKM Kuliner Dalam 5 Menit dengan Aplikasi GoFood Merchant
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok