Ia juga menjelaskan mekanisme QR code pada surat pemberitahuan yang menjadi identitas digital untuk pencairan.
"Penerima nanti cukup datang ke Kantorpos, menunjukkan surat pemberitahuan, petugas kami akan melakukan scan terhadap QR code-nya, akan muncul datanya, dan di situ dilakukan proses pencocokan kembali," terang Haris.
Tantangan Penyaluran di Wilayah Bencana
Pada kesempatan itu juga Haris angkat bicara mengenai penyaluran bantuan yang dilakukan Pos Indonesia di beberapa wilayah Sumatra yang terdampak bencana alam. Mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
"Ada tiga provinsi di Sumatra yang terdampak dari bencana ini, khususnya Tapanuli Tengah. Realisasinya sampai saat ini masih rendah, di 25 persen," kata Haris.
Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut masih fokus pada upaya pengungsian, dan PT Pos akan menyalurkan bantuan ketika kondisi memungkinkan.
Mensos membenarkan hal tersebut. Ia memastikan penyaluran bantuan ini masih harus mengikuti perkembangan yang ada di wilayah terdampak bencana.
"Tentunya menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah bencana, mungkin di tempat pengungsian atau di tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh PT Pos maupun oleh penerima manfaat," kata Saifullah.
KPM Sangat Terbantu BLT Kesra
Baca Juga: BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern
Sejumlah penerima manfaat yang hadir di Kantorpos KCU Bandung mengungkapkan rasa syukur atas bantuan BLT Kesra sebesar Rp900.000 yang diberikan pemerintah. Aneu Muliyati, wali dari Deri Muhammad Ginajar, penyandang down syndrome, mengatakan bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan adiknya.
"Alhamdulillah, sekarang adik saya dapat bantuan. Saya sendiri sangat senang. Bantuan ini sangat ngebantu sekali," ujar Aneu.
Ia menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung mudah dan tertib. "Alhamdulillah sangat baik sekali pelayanan di Kantorpos, ramah-ramah orangnya," katanya.
Deri sendiri mengungkapkan rasa senangnya, "Deri senang dapat bantuan ini."
Ungkapan syukur juga dilontarkan oleh KPM lainnya, Fitriani. Ia senang bisa mendapatkan bantuan. Menurutnya, proses pengambilan bantuan ini juga sangat mudah.
"Proses pengambilan bantuannya gampang. Pelayanan petugas Kantorpos sangat baik," ujarnya.
Berita Terkait
-
BRI x SOGO Resmi Luncurkan UMKM Corner: Dorong Produk Lokal Masuk ke Pasar Modern
-
Faber Instrument Hadirkan Inovasi Audio Kayu Jati Melalui Ekosistem BRI UMKM EXPO(RT)
-
Perkuat Tulang Punggung Ekonomi, BRI Salurkan KUR untuk UMKM
-
Jadi Pondasi Ekonomi Daerah, Pemprov Jateng Beri Perhatian Penuh pada UMKM
-
GoFood Digitalisasi Ratusan UMKM Kuliner Dalam 5 Menit dengan Aplikasi GoFood Merchant
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?