- Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan lonjakan tajam impor baju bekas ke Indonesia hingga 3.600 ton pada 2024.
- Volume impor baju bekas yang besar ini menekan daya saing signifikan bagi sektor UMKM fesyen lokal di pasar domestik.
- Pemerintah memprioritaskan pengetatan keran impor di hulu untuk menciptakan persaingan yang adil bagi UMKM Indonesia.
Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkap lonjakan drastis impor baju bekas yang masuk ke Indonesia dalam empat tahun terakhir.
Ia menegaskan, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama UMKM sektor fesyen kian tertekan dan sulit bersaing di pasar domestik.
Dalam paparannya dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Maman membeberkan data impor pakaian bekas yang meningkat tajam tahun ke tahun.
“Baju impor bekas tahun 2021 yang masuk ke Indonesia 7 ton. 2022 yang masuk ke Indonesia 12 ton. 2023 yang masuk ke Indonesia masih sama 12 ton. 2024 baju-baju impor bekas itu yang masuk ke Indonesia 3.600 ton,” beber Maman di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Kenaikan tersebut disebutnya sangat mengkhawatirkan, terlebih karena volume impor pada 2024 melonjak ratusan kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dibayangkan itu peningkatannya sangat signifikan dari 12 ton di tahun 2023, 2024 naik 3.600 ton,” ujarnya.
Maman menambahkan, tren itu masih berlanjut pada 2025. Hingga Agustus tahun ini, jumlah baju bekas impor yang masuk ke Indonesia kembali mencapai angka besar.
“2025 per Agustus kemarin 1.800 ton masuk lagi. Itu membanjiri market domestik kita,” ucapnya.
Lonjakan drastis tersebut, menurut Maman, menjadi bukti bahwa pasar dalam negeri kini dibebani produk thrifting dalam skala besar.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Ini untuk Selamatkan Pedagang Thrifting Lokal
Ia menilai, kondisi itu membuat UMKM lokal kehilangan ruang bertarung secara adil.
“Selama lapangannya belum bisa disterilisasi, nggak akan mungkin UMKM bisa survive,” kata dia.
Maman menegaskan bahwa pemerintah kini menjadikan isu tersebut sebagai prioritas.
Ia menyebut, langkah penutupan keran impor di hulu akan diperketat untuk mengurangi masuknya pakaian bekas secara ilegal maupun semi-legal.
“Makanya kalau nanti lihat dalam waktu satu bulan ini, kita tegas tuh, di hulu tuh kita tutup semua. Supaya apa? Supaya ada playing fair dalam pertarungan di Indonesia ini,” jelasnya.
Maman juga mengaitkan persoalan thrifting ini dengan dominasi produk luar negeri yang ia nilai telah merambah hampir semua kategori fesyen.
“Semua itu sekarang didominasi produk itu semua, itu mayoritas semua produk dari luar. Hampir nggak ada tuh produk UMKM yang memang dia bisa survive,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah penertiban ini bukan semata untuk membatasi perdagangan, tetapi untuk memulihkan kondisi pasar agar UMKM kembali memperoleh ruang bersaing yang adil.
“Jadi nggak akan mungkin kalau lapangan tidak disterilisasi, tapi kita bisa menciptakan produk-produk unggulan kita di tanah air ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dilarang Purbaya, Shopee Blokir Ratusan Ribu Produk Thrifting
-
Menteri UMKM Tuding Bea Cukai sebagai Biang Kerok Lolosnya Pakaian Bekas Impor
-
Menkeu Purbaya Balas Protes Pedagang Thrifting: Harga Murah Tapi Merusak Industri Kita
-
Menkeu Purbaya Mau Tangkap Pelaku Bisnis Thrifting
-
Menkeu Purbaya Larang Impor Pakaian Bekas, Ancam Thrifting di Pasar Senen?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Shin Tae-yong Ubah Strategi, Persija Andalkan Tim Senior di Piala Presiden 2026
-
Bentrok Pendukung di Gedung DPRD Riau, Dua Anggota Dewan Segera Diperiksa
-
4 HP Kamera OIS di Bawah Rp3 Juta, Hasil Foto Tajam dan Video Lebih Stabil
-
Xiaomi 18 Series Bakal Debut Lebih Cepat, Ini Bocoran Model dan Jadwal Peluncurannya
-
Komitmen Menjaga Transparansi ke Media, Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 dari Dewan Pers RI
-
115 Napi Kelas Kakap Lapas Surabaya Mendadak Dipindah ke Nusakambangan
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Kulit Berminyak: Anti Lengket, No White Cast!
-
Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global
-
Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak
-
Waspada Kemacetan! Sekitar Kantor BPN Jakarta Pusat dan Gambir Bakal Dipadati Massa