- Herani Hermawan bergabung dengan Citi Indonesia sebagai Services Head, melapor kepada Mridula Iyer dan Batara Sianturi.
- Hera bertanggung jawab memimpin bisnis Services di Indonesia dengan fokus pada kebutuhan klien menggunakan jaringan global Citi.
- Hera kembali ke Citi membawa pengalaman lebih dari 30 tahun, memperkuat posisi Citi di pasar Indonesia sejak 1968.
Suara.com - Citibank, NA, Indonesia (Citi Indonesia) mengumumkan bergabungnya Herani Hermawan ke Citi sebagai Services Head untuk Indonesia. Hera akan melapor kepada Services Head Asia South, Mridula Iyer, dan CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi.
Dalam peran barunya di Citi, Hera akan bertanggung jawab untuk memimpin bisnis Services di Indonesia dengan pendekatan yang berpusat pada klien, memanfaatkan jaringan global Citi dan kemampuan produk yang komprehensif.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyatakan sangat senang menyambut kembalinya Hera ke Citi. Pengalamannya yang luas dalam memimpin dan mengembangkan bisnis Services di Indonesia.
Apalagi, Hera dinilai memiliki wawasan yang mendalam terhadap kebutuhan klien, akan sangat krusial untuk semakin memperkuat posisi Citi sebagai mitra perbankan global tepercaya di Indonesia.
"Indonesia adalah pasar yang penting bagi Citi. Rekam jejak Hera yang mengesankan dan pemahamannya yang luas tentang pasar lokal akan membawa nilai tambah yang signifikan bagi klien. Sehingga, dapat memperkuat kehadiran Citi di Indonesia lebih lanjut," ujar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Saat ini, Citi Indonesia tetap menjadi pemain kunci di antara bank asing sejak didirikan pada tahun 1968. Citi Indonesia terus mengembangkan bisnis-bisnis yang saling terhubung yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, Markets, dan Services dengan memanfaatkan jaringan global Citi untuk memberikan solusi keuangan komprehensif kepada klien di Indonesia dan internasional.
Hera memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman dalam memimpin dan mengembangkanbisnis manajemen kas di Indonesia.
Sebelumnya, Hera bekerja di Bank HSBC Indonesia, di mana ia memegang beberapa posisi senior termasuk Head of Global Liquidity and Cash Management, Head of Business Banking, dan terakhir Head of New Economy sejak 2017.
Sebelumnya, Hera bekerja selama enam tahun di Citi di bidang Cash Management Sales, dan juga bekerja di Deutsche Bank, di mana ia memulai kariernya sebagai Management Trainee.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Indonesia, HSBC Indonesia Komitmen Bantu UMKM Naik Kelas
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya