- IHSG ditutup menguat 0,51 persen mencapai level 8.700,92 pada perdagangan Rabu (10/12) didorong saham aksi korporasi.
- Pertumbuhan penjualan ritel Indonesia Oktober 2025 sebesar 4,3 persen YoY memberikan sentimen positif pada kondisi makroekonomi pasar.
- Secara teknikal, meskipun MACD positif, Stochastic RSI menunjukkan risiko koreksi jangka pendek meski IHSG di atas MA5.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan Rabu (10/12), ditutup menguat 0,51 persen ke level 8.700,92 setelah sempat terkoreksi sehari sebelumnya.
Penguatan ini terjadi di tengah munculnya kabar bahwa perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat yang diteken Juli 2025 berisiko gagal akibat dugaan pelanggaran komitmen oleh Indonesia. Namun, sentimen tersebut belum menekan pergerakan pasar.
Riset Phintraco Sekuritas mencatat, kenaikan beberapa saham beraksi korporasi menjadi pendorong utama penguatan IHSG.
Secara teknikal, histogram MACD masih berada di area positif, menjadi sinyal lanjutan potensi penguatan. Meski demikian, terjadi death cross pada Stochastic RSI yang disertai kenaikan volume jual, yang dapat menjadi tanda adanya risiko koreksi jangka pendek.
IHSG terpantau masih bergerak di atas MA5, sehingga indeks diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 8.625–8.750 dengan area pivot di 8.700, resistance di 8.750, dan support di 8.600.
Data Ekonomi Dorong Sentimen Positif
Dari sisi makro, penjualan ritel Indonesia tumbuh 4,3 persen YoY pada Oktober 2025, lebih tinggi dari September yang naik 3,7 persen YoY dan melampaui ekspektasi 4 persen YoY. Ini sekaligus menjadi pertumbuhan enam bulan berturut-turut dan yang terkuat sejak Juli 2025.
Kenaikan ini didorong oleh stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Phintraco Sekuritas menilai momentum konsumsi berpotensi semakin menguat menjelang akhir tahun, ditopang oleh hari besar keagamaan dan libur panjang.
Baca Juga: INET Tancap Gas, Target Harga Saham Meroket: Efek Ekspansi Rp4,2 Triliun?
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 67,39 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 33,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,48 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 265 saham bergerak naik, sedangkan 456 saham mengalami penurunan, dan 236 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, CTTH, KIOS, KOBX, CITY, RLCO, SOTS, DEPO, PEGE, PKPK GTSI, KETR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PADI, SSTM, HOPE, COIN, APIC, FPNI, ASPI, ERTX, JAWA, UDNG, OLIV.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI
-
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian
-
Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'
-
Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya
-
Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi
-
BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?
-
Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar