- Harga minyak Brent dan WTI menguat pada Jumat, 12 Desember 2025, karena potensi pencegatan tanker Venezuela oleh AS.
- Penyitaan tanker Venezuela oleh AS memicu kekhawatiran gangguan pasokan, membalikkan aksi jual hari sebelumnya.
- IEA menaikkan proyeksi permintaan minyak global 2026 sementara OPEC memprediksi pasokan sangat seimbang.
Suara.com - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025.
Kenaikan harga disebabkan kemungkinan Amerika Serikat (AS)akan mengambil langkah untuk mencegat lebih banyak lagi kapal tanker minyak Venezuela. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan minyak dunia.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 29 sen, atau 0,5 persen menjadi 61,57 dolar AS per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di 57,91 dolar AS per barel, naik 31 sen, atau 0,5 persen.
Tercatat, kedua indeks acuan tersebut turun sekitar 1,5 persen pada hari Kamis (11/12/).
Dilaporkan, Amerika Serikat menyiapkan diri untuk lebih banyak lagi mencegat kapal yang mengangkut minyak Venezuela menyusul penyitaan sebuah kapal tanker pekan ini.
Pencegatan kapal itu juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro--sebagaimana diungkap enam sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Kepala strategi Nissan Securities Investment, sebuah unit dari Nissan Securities, Hiroyuki Kikukawa, mengatakan penyitaan yang dilakukan AS menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
"Setelah terjadi aksi jual karena ekspektasi bahwa tekanan pasokan akan mereda di tengah harapan akan kesepakatan damai Rusia-Ukraina, aksi beli muncul untuk mengurangi kerugian menyusul penyitaan kapal tanker Venezuela oleh AS," kata Hiroyuki Kikukawa.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak: AS Sita Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Namun, disebutnya juga upaya damai antara Rusia dengan Ukraina tetap menjadi perhatian pada pekan depan dan seterusnya.
Jika kesepakatan damai tercapai dapat t menurunkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ke angka 55 dolar AS.
Karena, perdamaian antara Rusia dan Ukraina kemungkinan akan meningkatkan pasokan minyak Rusia yang saat ini dikenai sanksi oleh negara-negara Barat.
Dilaporkan pada Rabu (10/12), pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman mengadakan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas upaya perdamaian terbaru Washington guna mengakhiri perang di Ukraina, yang mereka sebut sebagai "momen kritis" dalam proses tersebut.
Namun, menurut pernyataan menurut pernyataan seorang pejabat dari Dinas Keamanan Ukraina, negaranya pada Kamis (11/12) telah menyerang anjungan minyak di Laut Kaspia untuk pertama kalinya, menghentikan produksi di fasilitas milik Lukoil, perusahaan minyak Rusia.
Sementara itu, dalam laporan pasar minyak bulanan terbaru yang dirilis Kamis, Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2026, sekaligus memangkas prediksi pertumbuhan pasokan.
Berita Terkait
-
Shell Rugi Rp 456 Miliar Akibat Volatilitas Harga Minyak
-
Setelah Naik Tinggi Imbas Perang Iran-Israel, Harga Minyak Dunia Akhirnya Stabil
-
Harga Minyak Dunia Makin Anjlok Setelah Kondisi Perang Iran-Israel Kondusif
-
Gencatan Senjata Iran-Israel Bisa Goyah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi
-
Harga Minyak Dunia Kian Terpuruk di Bawah USD 70 per Barel
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!
-
Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat