Suara.com - Shell diperkirakan akan melaporkan laba yang lebih rendah dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan raksasa energi ini terus berjuang melawan volatilitas harga minyak dan berupaya mengembalikan uang tunai kepada para pemegang sahamnya.
Perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 ini diperkirakan akan melaporkan laba yang disesuaikan sebesar 3,74 miliar dolar AS untuk kuartal kedua. Angka ini menurun tajam dibandingkan dengan 6,29 miliar dolar AS yang dihasilkan pada periode yang sama tahun lalu.
Dilansir The Independent, ini berarti perusahaan menghasilkan laba sebesar 9,3 miliar dolar AS untuk paruh pertama tahun 2025. Para analis memperkirakan perusahaan mengalami kerugian sebesar 28 juta dolar AS atau sekitar Rp456 miliar untuk kuartal ini, dari laba sebesar 1,1 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
Hal ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak dalam beberapa bulan terakhir di tengah lingkungan geopolitik yang tidak menentu. Harga anjlok ke level terendah dalam empat tahun pada bulan April menyusul pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global.
Shell kini memperkirakan produksi akan berada pada kisaran 900.000 hingga 940.000 barrel setara minyak per hari (boed). Angka ini sedikit disesuaikan dari panduan sebelumnya yang diberikan dalam laporan kuartal pertama, yakni 890.000 hingga 950.000 boed.
Produksi LNG diperkirakan akan mencapai 6,4 juta hingga 6,8 juta metrik ton, turun tipis dari rentang sebelumnya yakni 6,3 juta hingga 6,9 juta ton. Meski koreksi ini tergolong moderat, Shell tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penyesuaian ini. Seorang juru bicara Shell menolak memberikan komentar saat dimintai keterangan lebih lanjut.
Perusahaan yang dikenal sebagai pedagang LNG terbesar di dunia ini juga memperkirakan hasil perdagangan gas terintegrasi akan "jauh lebih rendah" dibandingkan kuartal pertama.
Sementara itu, Shell menaikkan batas bawah panduan output untuk divisi hulu yang berfokus pada minyak menjadi 1,66 juta hingga 1,76 juta boed, dari panduan sebelumnya 1,56 juta hingga 1,76 juta boed. Namun, divisi ini diperkirakan akan mencatatkan kerugian sekitar 200 juta dolar AS akibat penghapusan biaya eksplorasi.
Di divisi pemasaran, laba disesuaikan diperkirakan akan lebih tinggi pada kuartal kedua dibanding kuartal pertama, meski volume penjualan diproyeksikan sedikit lebih rendah, yakni 2,6 juta hingga 3 juta barrel per hari (bpd), turun dari proyeksi sebelumnya 2,6 juta hingga 3,1 juta bpd.
Baca Juga: Daftar Harga BBM di SPBU Shell, BP, dan Vivo Hari Ini (Update 14 Juli 2025)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen