-
Pelarangan truk sumbu 3 saat Nataru berpotensi mengganggu distribusi barang, menaikkan biaya logistik, serta merugikan industri jika diberlakukan terlalu lama dan diumumkan mendadak.
-
Pemerintah diminta memberi alternatif dan stimulus, seperti subsidi angkutan kereta, serta menerapkan kebijakan yang tidak diskriminatif terhadap komoditas pokok seperti air minum.
-
Kebijakan pelarangan dinilai perlu kajian berbasis kepadatan jalur dan waktu, karena berisiko menghambat proyek infrastruktur dan berdampak pada perekonomian nasional.
Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia, berkolaborasi dengan media Investortrust.id menghelat program edukasi Pintu Goes to Campus.
Program edukasi ini digelar di Universitas Bina Nusantara (Binus) bertemakan "Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir" ke lebih dari 200 mahasiswa.
Acara ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang turut hadir dalam acara ini di antaranya; Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Catur Karyanto Pilih, Dosen Universitas Bina Nusantara Hugo Prasetyo, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz, Student Support Office Associate Manager Rahmat Ilahi, Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti, dan Founder TradeWithSuli Sulianto Indria Putra.
Catur Karyanto dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi.
"Kami menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital, termasuk salah satunya aset crypto," ucapnya.
Catur menambahkan; "Literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset crypto. Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak. Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat."
Senada dengan OJK, Hugo Prasetyo, dosen Universitas Bina Nusantara saat sesi diskusi panel mengungkapkan komitmen universitas dalam hal literasi mengenai aset crypto.
"Binus memiliki kurikulum terintegrasi. Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science," ucapnya.
"Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus memiliki Binus Blockchain dan Crypto Club. Kami berharap mahasiswa di Binus bukan hanya menjadi konsumen tetapi bisa menjadi innovator," jelas Hugo.
Timothius Martin, CMO PINTU, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penuh acara Pintu Goes to Campus.
"Kami mengapresiasi Universitas Bina Nusantara yang telah menerima PINTU di penghujung tahun 2025 ini untuk bisa berbagai pengetahuan seputar manfaat dan risiko yang ada di industri crypto yang kami harapkan menjadi bekal yang baik untuk teman-teman mahasiswa sebelum memulai berinvestasi aset crypto," katanya.
"Kami juga berterima kasih kepada OJK yang mendukung penuh kegiatan ini dan kami siap terus bekerja sama dengan regulator untuk mendorong berbagai program literasi dan inklusi guna menciptakan ekosistem investasi crypto yang terus tumbuh dengan positif," papar Timo.
Industri crypto terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Mengutip laporan dari CoinLaw berjudul Crypto User Demographics Statistics 2025: Who’s Investing, Trading, and Holding, pengguna crypto secara global dari tahun 2024 ke 2025 mengalami peningkatan sebesar 34% atau mencapai 580 juta pengguna.
Masih dalam laporan yang sama disebutkan, mayoritas pengguna crypto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.
"Indonesia kebanjiran bonus demograsi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset crypto dalam negeri. Ini jadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi," kata Timo.
Berita Terkait
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks
-
Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas
-
Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen