- Menteri Keuangan menemukan sepuluh perusahaan melakukan praktik *under invoicing* saat di Jakarta, Senin (16/3/2026).
- Kerugian negara akibat praktik kecurangan tersebut masih dalam proses perhitungan oleh Kementerian Keuangan.
- Pengejaran pengemplang pajak dilakukan untuk menambal APBN akibat dampak kenaikan harga minyak global.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada 10 perusahaan yang melakukan praktik under invoicing alias memanipulasi nilai barang dari harga sebenarnya.
Menkeu Purbaya mengaku bakal terus mengejar pengemplang pajak demi menambah pemasukan negara. Namun ia masih belum mengetahui berapa kerugian negara dari praktik kecurangan tersebut.
"Saya tes 10 perusahaan, semuanya under invoicing. Nanti, masih dihitung (kerugian negara)," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Bendahara Negara menyebut kalau ini dilakukan untuk menambal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dari perang geopolitik Amerika Serikat vs Iran.
Untuk itu, ia bakal melakukan efisiensi penerimaan pajak. Lebih lagi saat ini pemasukan dari sektor pajak sudah tumbuh 30 persen selama periode Januari dan Februari dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu kategori yang mengalami kenaikan adalah pajak pertambahan nilai (PPN) hingga pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Pertumbuhan ini diklaim membuktikan ekonomi mulai pulih.
"Tumbuhnya 30 persen Januari Februari. Tapi dari angka itu kalau Anda lihat, angka pertumbuhan PPN sama PPnBM itu 95 persen dibanding dua bulan pertama tahun lalu," imbuhnya.
"Jadi ekonomi betul-betul mutar. Jadi saya harapkan itu ke depan membaik terus tentunya. Tapi kalau Anda bilang jelek-jelek bisa susah, tapi enggak. Fondasi ekonominya betul-betul membaik," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG
Berita Terkait
-
Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG
-
Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan
-
Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
-
Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
-
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis