- ITDC mengembangkan KEK Mandalika dengan inisiatif strategis termasuk pembangunan marina untuk memperkuat konektivitas regional.
- KEK Mandalika diposisikan sebagai mesin penggerak ekonomi nasional, terbukti dari dampak MotoGP yang menyumbang Rp 4,96 triliun.
- Hingga Kuartal IV-2025, total investasi di Mandalika mencapai Rp 5,73 triliun didukung fasilitas dan kalender event terstruktur.
Suara.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali memasuki fase pengembangan lanjutan. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyiapkan sejumlah inisiatif strategis, termasuk rencana pembangunan marina, untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan pengembangan tahap berikutnya dilakukan seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, ITDC tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, hingga komersialisasi kawasan hunian serta retail–lifestyle.
ITDC menegaskan posisi KEK Mandalika tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sportstainment destination dan value creator bagi perekonomian nasional, dengan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai penarik utama aktivitas kawasan.
"Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja," ujar Ahmad di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia mencontohkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang internasional, khususnya MotoGP Indonesia. Event tersebut mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton mencapai 140.324 orang.
Selain itu, MotoGP Indonesia juga memberikan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun, menghasilkan media value sebesar Rp 1,33 triliun, serta menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Kontribusi ini menegaskan peran KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Tak hanya menjadi tuan rumah balapan kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit kini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun, mulai dari olahraga internasional, hiburan, budaya, hingga kegiatan komunitas. Aktivasi berkelanjutan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekosistem usaha di kawasan Mandalika.
Saat ini, kawasan tersebut telah didukung oleh 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, UMKM, serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lainnya.
Baca Juga: Kementerian ESDM Berhati-hati Tangani Tambang Emas Ilegal di Mandalika
Untuk menjaga keberlanjutan dampak ekonomi, ITDC telah menyiapkan kalender event terstruktur sepanjang 2026. Sejumlah ajang seperti Mandalika Racing Series, Mandalika Festival of Speed, GT World Challenge Asia, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP) akan tetap menjadi anchor event.
"Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata," imbuh Ahmad.
Hingga kuartal IV-2025, total investasi yang masuk ke KEK Mandalika telah mencapai Rp 5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Capaian ini menunjukkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
KEK Mandalika yang dikelola ITDC memiliki luas 1.175 hektare dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer. Kawasan ini didukung infrastruktur strategis terintegrasi, mulai dari sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, hingga konektivitas melalui bypass Bandara Internasional Lombok.
Selain itu, KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian bagi investor.
ITDC berharap pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lain di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China