-
Menteri ESDM serahkan tambang ilegal ke penegak hukum yang berwenang.
-
KPK temukan tambang emas ilegal dekat Mandalika produksi tiga kilogram sehari.
-
KPK menyoroti sulitnya penegakan hukum dan dugaan manipulasi wilayah tambang.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tidak ambil pusing dengan adanya penemuan tambang ilegal di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, pemerintah hanya mengurusi pertambangan yang telah memiliki izin. Jika memang, pertambangan itu ilegal, maka dia serahkan ke penegak hukum.
"ESDM itu mengelola tambang yang ada izinnya. Kalau nggak ada izinnya, proses hukum aja," ujar Bahlil saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Namun demikian, Bahlil mengaku, tidak tahu-menahu soal tambang ilegal tersebut. Sebab, dirinya belum mendapatkan laporan terhadap penambangan emas ilegal itu.
"Kita juga nggak mau terlalu main-main lah urus negara ini ya," imbuh Ketua Umum Partai Golkar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sekitar kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pantauan langsung di lapangan, lembaga antirasuah ini menemukan adanya penambangan emas ilegal dengan produksi mencapai 3 kilogram per hari hanya dalam jarak sekitar satu jam dari Mandalika.
“Kami ambil gambar ini pada 4 Oktober 2024. Lokasinya hanya satu jam dari Mandalika, ada di Lombok. Ini tambang emas ilegal, produksinya tiga kilogram per hari. Kami ambil dengan drone, dan di sebelahnya ada kolam sianida dari China. Kami lihat langsung,” ujar Ketua Satgas Penceahan Wilayah V KPK Dian Patria dalam acara Minerba Covex.
Menurutnya, temuan tersebut langsung dikomunikasikan dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun, upaya penegakan hukum di lokasi tersebut diakui sangat sulit.
"Kami koordinasi langsung dengan Ditjen Gakkum, tapi tidak mudah penegakan hukum di sini. Sangat tidak mudah. Dan yang seperti ini banyak, bahkan ada yang lebih besar lagi di Pulau Buruh, Pulau Wai, Kerom, hingga Biak Utara," ungkapnya.
Baca Juga: Nasib BBM SPBU Swasta Masih Belum Final, ESDM Sebut BU-Pertamina Masih Negosiasi
KPK juga mengungkap adanya dugaan upaya untuk memasukkan wilayah tambang ilegal tersebut ke dalam Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), padahal secara aturan lokasi itu tidak memenuhi kriteria.
"Ini sebenarnya tidak masuk, tapi ada narasi mau dibikin masuk. Pertanyaannya, rakyat yang mana? Rakyat yang kami temui di sana bahkan tidak bisa bahasa Indonesia, saya tidak tahu dari mana asalnya," kata Dian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Daftar Lokasi ATM Rp 20 Ribu Bank Mandiri untuk THR Keluarga
-
Sinergi Kemnaker-Kejati Sumut, Kerja Sosial Didorong Beri Manfaat Keterampilan
-
Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Diserang, Dua Tanker Pertamina Terjebak
-
Lebaran 2026: 400 Mal Gelar Diskon 70 Persen, Target Transaksi Tembus Rp53 Triliun
-
Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Meroket ke USD 68,79 per Barel
-
Zulhas Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juni 2026, Purbaya Diminta Lakukan Ini
-
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
-
5 Fakta PP Nomor 9 Tahun 2026 Terkait THR dan Pajak Bagi ASN, Polisi dan Pensiunan
-
Kebut Proyek 32.000 Kopdes Merah Putih, Zulhas: Gubernur dan Bupati Belikan Lahan