- Harga minyak dunia naik signifikan pada Kamis (18/12/2025) akibat ketegangan geopolitik Amerika Latin.
- Presiden AS Donald Trump memicu kenaikan harga dengan memblokade jalur distribusi minyak Venezuela.
- Blokade dan pelabelan rezim Maduro sebagai teroris menimbulkan kekhawatiran serius mengenai pasokan energi global.
Hal ini dimungkinkan karena Chevron masih memegang otorisasi khusus yang diberikan oleh pemerintah AS sebelumnya, menciptakan anomali di tengah kebijakan blokade total yang sedang berjalan.
Analisis Pasar: Kekhawatiran Gangguan Pasokan
Analis pasar melihat langkah AS ini sebagai upaya tak terduga yang mengubah dinamika perdagangan minyak di penghujung tahun 2025. Pengetatan ini memaksa para spekulan dan manajer dana untuk melakukan evaluasi ulang terhadap posisi mereka.
"Meskipun detail penegakan hukum masih belum jelas, peningkatan tekanan AS yang tak terduga terhadap rezim Maduro telah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dan memicu aksi beli kembali di pasar yang jenuh jual," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.
Ketegangan ini sebenarnya sudah mulai terlihat pada pekan lalu, ketika badan keamanan penjaga pantai AS menyita sebuah tanker super bernama Skipper di dekat perairan Venezuela.
Penyitaan kargo minyak tersebut menjadi sejarah baru sebagai aksi penyitaan fisik pertama yang dilakukan AS terhadap komoditas dari Venezuela, yang kini menjadi sinyal kuat bahwa blokade saat ini bukan sekadar gertakan politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor