- IHSG pada sesi perdagangan Senin, 2 Februari 2026, mengalami kemerosotan signifikan hingga lima persen akibat ARB.
- Sejumlah saham emiten besar milik konglomerat seperti PTRO, DEWA, dan MDKA tertekan jatuh ke batas ARB.
- ARB adalah mekanisme bursa yang menolak jual saham otomatis ketika harga menyentuh batas penurunan harian ditetapkan.
Suara.com - Pasar saham RI sangat menyedihkan pada perdagangan sesi I, Senin, 2 Februari 2026. Hal Ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga 5 persen.
Kemerosotan itu tidak lepas dari saham emiten-emiten milik konglomerat dan taipan besar yang mengalami Auto Rejection Bawah (ARB).
Misalnya, seperti dilansir data Stokbit, emiten pertambangan milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang merosot 14,89 persen atau 1.050 poin ke level Rp 6.000 per lembar saham, dan telah masuk ranah ARB.
Kemudian, masih emiten di sektor yang sama milik Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang juga anjlok 80 poin atau 14,81 persen ke level Rp 460 per lembar saham yang juga terkena ARB.
Selain DEWA, saham emiten Grup Bakrie lainnya, yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) juga merosot ke level Rp 680 per lembar saham atau turun RP 15 persen.
Selanjutnya, emiten di sektor serupa milik Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) juga mengalami nasib yang sama memasuki ranah ARB, setelah terperosok 14,81 persen atau 640 poin ke level Rp 3.680 per lembar saham.
Emiten milik pengusaha kondang asal Kalimantan Haji Isam juga tak luput masuk radar ARB, setelah saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) ambrol ke level Rp 8.400 per lembar saham atau turun 14,94 persen.
Sementara, saham emiten ema milik Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) juga merana terkena ARB, karena telah terjungkal 480 poin atau 14,95 persen ke level Rp 2.730 per lembar saham.
Pengertian ARB
Baca Juga: Optimisme Menkeu Terbentur Realita, IHSG Hari Ini Malah Terjungkal
Untuk diketahui, ARB adalah mekanisme penolakan otomatis oleh sistem bursa ketika harga saham turun hingga menyentuh batas penurunan harian yang telah ditetapkan.
Ketika suatu saham mengalami ARB, sistem perdagangan BEI secara otomatis menolak seluruh penawaran jual di bawah batas harga terendah tersebut.
Akibatnya, saham tidak dapat diperdagangkan lebih rendah lagi pada hari yang sama, meski tekanan jual masih tinggi.
Kondisi ARB biasanya terjadi saat sentimen negatif kuat menghantam saham atau pasar secara keseluruhan, seperti rilis data ekonomi yang buruk, aksi jual asing besar-besaran, hingga sentimen global yang memburuk.
Situasi ini kerap memicu antrean jual menumpuk karena investor berusaha melepas sahamnya, namun tidak menemukan pembeli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN