- Pada Senin (2/2/2026) pagi, IHSG dibuka merosot ke level 8.306 dan terperosok 2,28 persen hingga pukul 09.05 WIB.
- Pada waktu tersebut, 405 saham mengalami penurunan harga signifikan, berbanding hanya 189 saham yang bergerak naik.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat terbatas, sambil menantikan sentimen OJK, BEI, dan data inflasi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merosot pada awal perdagangan, Senin (2/2/2026). IHSG dibuka meloyo ke level 8.306.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus terperosok 2,28 persen ke level 8.139.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,72 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,72 triliun, serta frekuensi sebanyak 305.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 189 saham bergerak naik, sedangkan 405 saham mengalami penurunan, dan 364 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ASPI, NZIA, ESTI, TIRA, TIFA, ERTX, SWID, FIRE, IKPM, RUNS, ZATA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FILM, NSSS, BIPI, PBSA, INDO, MORA, ESTA, HUMI, IMPC, BUVA, RMKE.
Proyeksi IHSG
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, memproyeksikan IHSG bergerak menguat terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah tekanan eksternal dan menantikan sejumlah sentimen domestik penting.
Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329. Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp 1,87 triliun.
Baca Juga: BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham
Tekanan jual asing mulai mereda, namun dampak pengumuman dari MSCI masih mendorong capital outflow, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan secara terbatas dengan target pengujian resistance di area 8.400. Adapun level support psikologis berada di kisaran 8.000.
Namun demikian, ruang penguatan dinilai tidak akan terlalu lebar mengingat pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see.
Pasar saat ini menantikan respons terhadap penunjukan pejabat baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, rilis data neraca perdagangan dan inflasi juga akan menjadi perhatian utama investor. Risiko lanjutan tekanan jual asing masih perlu diwaspadai dalam jangka pendek.
Dalam laporan riset tersebut, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain COIN, AKRA, dan ZATA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu