- Bank Mandiri akan membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp100 per saham, total sekitar Rp 9,3 triliun.
- Pembagian ini berdasarkan 93,33 miliar lembar saham beredar saat tanggal pencatatan efektif.
- Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 37,7 triliun pada kuartal III 2025 dengan aset Rp 2.563 triliun.
Suara.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menebar dividen interim kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Rinciannya, sebesar Rp 100 per saham, dengan nilai total sekitar Rp 9,3 triliun bisa diambil oleh pemegang saham.
Pembagian dividen interim ini dihitung berdasarkan jumlah saham beredar perseroan sebanyak 93,33 miliar lembar saham. Tentunya dengan memperhitungkan saham treasury yang berasal dari pelaksanaan buyback saham hingga tanggal pencatatan (recording date).
"Pembagian dividen interim diberikan sebesar Rp 100 atau senilai kisaran Rp 9,3 triliun sesuai dengan jumlah saham beredar perseroan sejumlah 93.333.333.332 saham dan memperhatikan jumlah saham treasury hasil pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham perseroan pada saat recording date," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/12/2025).
Nantinya, perusahaan menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan pembagian dividen interim akan diumumkan kemudian.
Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih senilai Rp 37,7 triliun pada kuartal III 2025. Pencapaian itu disokong oleh pendapatan bunga bersih maupun non bunga yang saling tumbuh.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini melaporkan, bank berkode emiten BMRI ini meraup pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,9 persen secara tahunan (YoY), mencapai Rp 78,3 triliun.
"Dengan pendapatan non bunga tumbuh 7,97 persen year on year atau mencapai Rp 33,2 triliun," jelas Novita dalam paparan kinerja Kuartal III 2025 Bank Mandiri secara virtual, Senin (27/11/2025).
Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri di kuartal III 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen year on year hingga mencapai Rp 112 triliun. Hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri juga turut meningkat dan mencapai Rp 2.563 triliun, naik 10,3 persen secara tahunan.
"Hingga triwulan ketiga 2025, Bank Mandiri mencatatkan PPOP (pendapatan operasional sebelum menghitung kerugian) sebesar Rp 61,9 triliun. Dengan laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun dan total aset mencapai Rp 2.563 triliun," terang Novita
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Kompak Loyo Hari Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?