- Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi Beli saham DEWA, menaikkan target harga menjadi Rp750 dari Rp500.
- Kenaikan target harga didorong oleh keberhasilan DEWA memperoleh fasilitas kredit jumbo Rp1 triliun dari Bank BCA.
- Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja Rp850 Miliar dan belanja modal alat berat baru.
Suara.com - Henan Putihrai Sekuritas secara resmi mempertahankan rekomendasi Buy (Beli) untuk emiten jasa pertambangan ini, dengan revisi target harga yang cukup signifikan.
Analis menaikkan target harga saham DEWA menjadi Rp750, melonjak drastis dari proyeksi sebelumnya yang berada di level Rp500.
Angka baru ini mencerminkan optimisme pasar dengan potensi keuntungan (upside) mencapai 37,6% dari harga saat ini.
Revisi target harga ini bukan tanpa alasan. Henan Putihrai Sekuritas menilai bahwa proses pemulihan kinerja atau turnaround yang dilakukan oleh manajemen DEWA terus menunjukkan progres yang berkelanjutan.
Fokus perseroan saat ini berada pada dua pilar utama: optimalisasi struktur neraca keuangan dan akselerasi pertumbuhan bisnis secara agresif.
Saat ini, harga saham DEWA berada di kisaran 570, menguat berkisar 3,67% dibandingkan dengan pembukaan pasar pada Senin 22 Desember 2025.
Stabilitas keuangan yang semakin solid memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi tanpa terbebani risiko likuiditas yang tinggi, sehingga nilai perusahaan di mata investor terus meningkat.
Katalis positif utama yang mendorong kenaikan target harga ini adalah keberhasilan DEWA dalam mengamankan fasilitas kredit jumbo dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.
Pinjaman senilai total Rp1 triliun tersebut menjadi sinyal kepercayaan perbankan besar terhadap prospek bisnis Darma Henwa.
Baca Juga: Hasil Dewa United vs Persis Solo Babak 1, Laskar Sambernyawa Frustrasi Dibantai
Adapun rincian alokasi pinjaman tersebut terdiri dari:
Fasilitas Modal Kerja (Rp850 Miliar): Ditujukan untuk memperkuat operasional harian perusahaan guna mendukung proyek-proyek berjalan.
Fasilitas Kredit Investasi (Rp150 Miliar): Dana ini dialokasikan khusus untuk memperkuat belanja modal (capital expenditure).
Manajemen DEWA berencana menggunakan fasilitas kredit investasi tersebut untuk pengadaan unit alat-alat berat baru.
Langkah modernisasi armada ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional di lapangan serta memperbesar kapasitas produksi guna memenuhi permintaan dari kontraktor pertambangan.
Dengan armada yang lebih baru dan efisien, DEWA diharapkan mampu menekan biaya pemeliharaan serta meningkatkan margin keuntungan pada kuartal-kuartal mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat