- Starbucks berencana mengurangi toko di kota-kota besar AS seperti New York dan Los Angeles karena persaingan ketat.
- CEO Starbucks, Brian Niccol, menutup sekitar 400 toko sebagai bagian dari restrukturisasi bernilai satu miliar dolar AS.
- Penutupan gerai dilakukan karena kinerja buruk, tidak memenuhi standar merek, dan dampak kompetisi minuman baru.
Suara.com - Starbucks menyusun rencana untuk bisa bersaing dengan perusahaan kopi di seluruh dunia.
Salah satunya mengurangi tokonya di sekitar jalanan New York, Los Angeles, dan kota-kota besar lainnya di Amerika.
Lantaran, Starbucks saat ini sedang berjuang, dan strateginya untuk memenuhi area perkotaan untuk menarik para peminum kopi.
Sebab, persaingan yang meningkat dan kenaikan biaya menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan.
CEO Starbuck, Brian Niccol, akhirnya menutup sekitar 400 toko di seluruh negeri yang terkonsentrasi di area metropolitan besar.
Hal ini sebagai bagian dari rencana restrukturisasi senilai 1 miliar dolar AS.
Selain itu, Starbucks menutup 42 gerai di New York, atau 12 perssn dari total gerainya di kota tersebut.
Perusahaan juga dilaporkan menutup lebih dari 20 gerai di Los Angeles tahun ini.
Disusul 15 gerai di Chicago tutup dan tujuh di San Francisco juga tidak beroperasi. Lalu, enam di Minneapolis; lima di Baltimore dan puluhan gerai lainnya di kota-kota lain.
Baca Juga: CD Projekt Resmi Menjual Toko Game GOG Senilai Ratusan Miliar Rupiah
" Kami meninjau lebih dari 18.000 gerainya di Amerika Serikat dan Kanada, dan "menutup gerai yang berkinerja buruk atau tidak mampu memenuhi standar merek kami," kata juru bicara Starbucks dalam sebuah email dilansir CNN Internantional.
Selain itu, perusahaan berencana untuk menutup gerainya pada tahun 2026. Nantinya, akan dilakukan di kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles.
Tentunya rencana ini juga membuat kekhawatiran karyawan yang bisa saja diberhentikan.
Apalagi, Starbucks menutup gerai-gerai di perkotaan sebagian karena kewalahan oleh persaingan dari kedai kopi khusus, jaringan yang lebih kecil seperti Gregory’s dan Joe’s Coffee, serta gelombang toko smoothie, bubble tea, dan minuman lainnya.
“Perkotaan Amerika telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam pembukaan kedai kopi kompetitif yang menggerogoti volume penjualan toko,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
6.000 Karyawan Kena PHK, CEO Microsoft Lebih Berminat Gunakan AI
-
Pabrik Ban Michelin Cikarang PHK 280 Pekerja Secara Sepihak
-
Pabrik Sepatu Merek Nike di Tangerang PHK 2.804 Karyawan
-
Buruh IHT Lega, Gempuran PHK Diprediksi Bisa Diredam Lewat Kebijakan Menkeu Purbaya
-
Raksasa E-commerce Amazon Mau PHK 30 Ribu Karyawan
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari