- Menteri Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,2% secara keseluruhan, dengan Q4 di atas 5,5%.
- Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai target 6% melalui sinkronisasi fiskal dan moneter.
- Penyelesaian hambatan investasi melalui Satgas P2SP diharapkan memperbaiki iklim usaha dan menarik investor asing.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 keseluruhan mencapai sekitar 5,2 persen.
Namun untuk kuartal empat (Q4) 2025, Menkeu Purbaya menyebut kalau pertumbuhan ekonomi bisa melebihi 5,5 persen.
"2025 kita sekarang masih angka untuk triwulan keempat di atas 5,5 persen, full year-nya sekitar 5,2 persen," katanya saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Namun dirinya optimistis kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 bakal tembus 6 persen. Ia mengklaim kalau angka itu tak sulit untuk dicapai.
"Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen, seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit untuk dicapai," lanjut Purbaya.
Untuk mencapai target, Purbaya menyebut kalau kebijakan fiskal seperti belanja Pemerintah bakal dilakukan cepat di awal tahun 2026. Selain itu, ia ingin menyinkronkan kebijakan fiskal dengan moneter lebih baik, dalam hal ini Kementerian Keuangan serta Bank Indonesia.
"Bukan saya intervensi ya, kita komunikasi lebih baik dengan Pak Gubernur dari Bank Sentral," lanjutnya.
Purbaya juga ingin memperbaiki iklim investasi untuk para pelaku bisnis. Saat ini ia tergabung dalam Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Di Satgas itu, Purbaya tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) II yang berperan dalam mempercepat implementasi program serta menyelesaikan berbagai kendala atau debottlenecking.
Baca Juga: Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi
"Seperti yang anda lihat kan, debottlenecking mulai disidangkan walaupun baru satu kali kan? Tapi saya di situ sudah bisa melihat deh, kira-kira problem yang dihadapi pebisnis apa sih. Nanti ke depan akan semakin sering tuh, sidangnya seminggu sekali kan? Mulai minggu depan," papar dia.
Purbaya menilai kalau penyelesaian masalah investasi yang menghambat para pelaku usaha akan pelan-pelan dihilangkan. Bahkan dia mengklaim kalau investor asing mulai optimistis dengan Satgas P2SP.
"Sudah banyak akan mengadukan dari luar negeri, Singapura, negara-negara lain, yang pengusahaan yang punya investasi di sini. Beberapa sudah masuk kali. Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, iklim investasi akan bergerak semakin baik," lanjutnya.
"Nanti peraturan-peraturan yang bangun mengganggu, kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi
-
Grab Indonesia 2025: Ketika Platform Digital Menjadi Bantalan Sosial dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi
-
Purbaya Ungkap Peluang Gaji PNS Naik Tahun Depan, Ini Bocorannya
-
Dirayu Menperin soal Insentif Mobil Listrik 2026, Ini Jawaban Purbaya
-
Jelang Tahun Baru, Purbaya: Saya Pikir Menkeu Sudah Tenang 31 Desember
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!
-
Aturan DHE SDA Resmi, Pemerintah Wajibkan Devisa Hasil Ekspor Disimpan ke Bank Negara
-
Gaji Seret dan Biaya Hidup Naik, Gen Z Kini Tak Bermimpi Punya Rumah
-
Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa
-
Danantara Sumberdaya Jadi Biang Kerok, IHSG Masuk Level 6.000
-
Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN
-
Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026
-
Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam
-
Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok
-
Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI