Bisnis / Keuangan
Jum'at, 02 Januari 2026 | 08:46 WIB
Ilustrasi Huntara di Aceh Tamiang untuk korban banji Sumatera. [Istimewa].
Baca 10 detik
  • PT BSI mendukung pemulihan bencana Aceh melalui partisipasi pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) sebagai sinergi BUMN.
  • BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap awal Huntara di Aceh Tamiang.
  • Huntara dilengkapi fasilitas layak seperti listrik, air bersih, dan Wi-Fi gratis untuk pemulihan sosial ekonomi warga.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara).

Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak.

Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI mengambil peran strategis dalam mendukung pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan Huntara.

Pada tahap awal pemulihan infrastruktur hunian ini, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama.

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

"Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roelani. [Suara.com/Achmad Fauzi].

BUMN bergerak cepat, dia menambahkan, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.

"Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun," jelasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir

Menurutnya, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana.

"Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, yang turut hadir mendampingi kunjungan kerja tersebut, menyatakan bahwa keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, melainkan memastikan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit kembali.

"Hunian Sementara (Huntara) ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. Sesuai arahan Danantara, kami memastikan hunian ini memenuhi standar 'Layak'. Artinya, tidak sekadar memberikan atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif," beber Anggoro.

BSI mendukung penuh standar "Layak" yang ditetapkan Danantara Indonesia. Huntara yang dibangun tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi mencakup ekosistem kehidupan yang lengkap.

Setiap unit dirancang dengan konsep modular untuk kecepatan dan kualitas, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-Fi gratis untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital warga.

Load More