- Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan penguatan signifikan, ditutup Senin (5/1/2026) di Rp1.275 (naik 8%).
- Kinerja BRMS selama setahun terakhir mencapai pertumbuhan fantastis yaitu 173,1 persen, menarik minat investor.
- Beberapa sekuritas memproyeksikan target harga jangka pendek, seperti BRI Danareksa Sekuritas di rentang Rp1.220 hingga Rp1.295.
Suara.com - Salah satu bintang utamanya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang kembali mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Emiten yang berfokus pada penambangan emas dan mineral berharga ini menunjukkan tren penguatan yang konsisten, memicu optimisme tinggi di kalangan investor ritel maupun institusi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Hari ini, Senin (5/1/2026), saham BRMS ditutup berada di angka 1.275 (menguat 8% jika dibandingkan pembukaan pasar).
Sementara pada Jumat (2/1/2026), harga saham BRMS melonjak tajam sebesar 7,27 persen, berakhir di posisi Rp1.180 per lembar saham.
Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi harian biasa, melainkan kelanjutan dari reli panjang yang telah terbentuk selama setahun terakhir.
Data pasar menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu pekan saja, saham BRMS sudah melejit hingga 20,4 persen, sementara performa tahunannya mencatat angka fantastis dengan pertumbuhan mencapai 173,1 persen.
Analisis Saham BRMS
Melihat momentum bullish yang begitu kuat, sejumlah perusahaan sekuritas terkemuka memberikan pandangan teknikal dan target harga baru bagi emiten ini.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa dalam waktu dekat, saham BRMS memiliki potensi besar untuk menembus level psikologis Rp1.240.
Baca Juga: Daftar Saham 'Kapal' Tanker dan Logistik di IHSG, Ini Alasannya Meroket Awal 2026
Dalam ulasan yang dirilis pada Senin (5/1/2026), tim analis CGS International merekomendasikan strategi speculative buy bagi para pelaku pasar.
Mereka menetapkan level support di angka 1.150 dan menyarankan langkah cut loss jika harga merosot di bawah 1.120.
"BRMS spec buy dengan support 1.150, cutloss jika break di bawah 1.120. Jika tidak break di bawah 1.150, potensi naik ke 1.210-1.240 short term," tulis mereka dalam laporan tersebut.
Senada dengan proyeksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas juga memasang target harga yang cukup agresif. Mereka memperkirakan harga saham BRMS akan bergerak di rentang Rp1.220 hingga Rp1.295 dalam periode jangka pendek.
Rentang harga ini dianggap realistis mengingat volume perdagangan yang terus meningkat seiring dengan masuknya aliran dana segar ke sektor komoditas.
Kinerja mentereng BRMS juga mendapat pengakuan dari Mirae Asset Sekuritas. Berdasarkan catatan mereka, BRMS menjadi salah satu pilihan unggulan yang berhasil memberikan imbal hasil jauh di atas rata-rata pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!