- IHSG menguat 1,17% di pekan pertama, ditutup di level 8.748,1 didukung beli bersih asing Rp1,14 triliun.
- Wall Street mayoritas menguat pada Jumat (2/1), dipimpin sektor semikonduktor, sementara kebijakan tarif Trump angkat furnitur.
- Bursa Asia Pasifik bervariasi; Hang Seng dan Kospi naik tajam, didukung data kuat ekonomi Singapura 5,7% (YoY).
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan pertama dengan penguatan signifikan sebesar 1,17%, hingga bertengger di level 8.748,1.
Kenaikan ini didukung oleh aliran modal asing yang masif, di mana investor mancanegara mencatatkan beli bersih (net buy) mencapai sekitar Rp1,14 triliun.
Beberapa saham yang menjadi incaran utama asing di antaranya adalah BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini sangat krusial; jika indeks mampu menembus titik resistance di level 8.750, maka terbuka ruang lebar bagi IHSG untuk melanjutkan reli kenaikannya.
Untuk saat ini, level support kuat berada di rentang 8.500-8.660, sementara target kenaikan atau resistance berikutnya diproyeksikan pada area 8.820-8.850.
Optimisme di bursa domestik juga searah dengan kinerja bursa global. Wall Street mengawali perdagangan perdana tahun 2026 pada hari Jumat (2/1) dengan tren mayoritas menguat.
Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham di sektor semikonduktor. Saham Micron Technology meroket lebih dari 10%, sementara raksasa Nvidia turut naik lebih dari 1%.
Di sisi lain, sektor teknologi non-chip mengalami sedikit tekanan. Saham Tesla terkoreksi lebih dari 2% akibat laporan pengiriman kendaraan kuartal keempat yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Namun, kabar baik datang dari sektor furnitur seperti Wayfair dan RH yang melonjak sekitar 6% hingga 8%.
Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Melesat Hingga ke Level 8.800 Pekan Depan, Cermati Saham-saham Ini
Hal ini dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menunda kenaikan tarif impor furnitur dan kabinet dapur selama satu tahun, sebuah langkah yang dianggap meringankan beban biaya industri tersebut.
Secara kumulatif, indeks S&P 500 menguat 0,19% dan Dow Jones naik 0,66%, meski Nasdaq harus terkoreksi tipis 0,03%.
Dari kawasan regional, bursa Asia Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Meski pasar di Jepang dan China masih tutup karena libur Tahun Baru, indeks lain mencatatkan kenaikan tajam.
Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 2,76%, diikuti oleh Kospi Korea Selatan yang tumbuh 2,27%.
Sentimen positif di Asia Tenggara datang dari Singapura yang melaporkan pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat. Perekonomian Singapura tumbuh 5,7% (YoY) pada kuartal keempat 2025, melampaui capaian kuartal sebelumnya.
Perdana Menteri Lawrence Wong mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, ekonomi Singapura tumbuh 4,8% sepanjang tahun 2025, sebuah angka yang melampaui prediksi awal pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Pemerintah Sebut Kesepakatan RIAS Tetap Jalan Meski Ada Putusan Supreme Court
-
Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS