- Saham BUMI melonjak 10,9% pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, didukung aksi beli bersih asing Rp344 miliar.
- Diversifikasi ke sektor mineral melalui akuisisi 64,98% saham Jubilee Metals menjadi pendorong utama kinerja perusahaan.
- Sentimen positif muncul dari potensi masuknya saham BUMI ke dalam MSCI Standard Cap Index pada Februari 2026.
Suara.com - Laju saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) seolah tak terbendung pada pembukaan perdagangan pekan pertama Januari 2026.
Emiten pertambangan yang kini berada di bawah naungan kolaborasi Grup Bakrie dan Grup Salim tersebut kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Senin (5/1/2026).
Hingga pukul 11.14 WIB, harga saham BUMI terpantau meroket 10,9 persen ke level Rp464 per lembar.
Aktivitas transaksi terlihat sangat masif dengan volume perdagangan mencapai 4,16 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp1,81 triliun hanya dalam waktu singkat.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing kembali melakukan aksi borong dengan catatan beli bersih (net buy) mencapai Rp344 miliar di pasar reguler pagi ini.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengungkapkan bahwa salah satu mesin utama penggerak harga saham BUMI adalah langkah diversifikasi strategis perusahaan.
Saat ini, BUMI tidak lagi hanya bergantung pada batu bara, tetapi mulai memperkuat cengkeramannya di sektor mineral.
Setelah sukses melakukan rights issue, BUMI kini menguasai sekitar 64,98% saham di Jubilee Metals Limited (JML). Langkah ini dinilai sebagai posisi strategis untuk menangkap peluang di industri mineral global.
Meskipun laba bersih hingga September 2025 sempat tertekan akibat beban operasional dan harga komoditas yang fluktuatif, pendapatan perusahaan tetap tumbuh 11,9% secara tahunan (yoy) menjadi USD 1,03 miliar.
Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Melesat Hingga ke Level 8.800 Pekan Depan, Cermati Saham-saham Ini
Selain faktor fundamental, sentimen pasar juga didorong oleh peluang BUMI masuk ke dalam indeks bergengsi global.
BRIDS menyebutkan bahwa BUMI memiliki peluang besar untuk masuk dalam MSCI Standard Cap Index pada peninjauan (review) Februari 2026 mendatang.
Masuknya sebuah saham ke dalam indeks MSCI biasanya akan memicu aliran dana masuk dari investor institusi internasional yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan portofolio mereka.
Sentimen inilah yang membuat volume perdagangan BUMI melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.
Analisis Teknikal: Target Harga Rp450 hingga Rp500
Secara teknikal, pergerakan BUMI saat ini berada dalam fase bullish yang kuat setelah berhasil menembus level resistance psikologis di angka 402 pada pekan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
Inflasi Terjaga, BI Tetap Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam
-
Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
-
Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
-
Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA
-
Bansos BSU Cair Januari 2026? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.740 terhadap Dolar Amerika Serikat
-
Kartu Debit Visa Bank Jakarta Meluncur, Akses Transaksi Global Dongkrak Kepercayaan Nasabah
-
Emas Antam Melonjak Rp 34.000 Hari Ini, Cek Rincian Harganya
-
Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini
-
Kurangi Antre Panjang, IFG Life Tawarkan Pengajuan Klaim Jatuh Tempo Secara Online