- Pada Senin, 5 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.778 pada awal perdagangan.
- Sebanyak 6,88 miliar saham diperdagangkan senilai Rp 2,37 triliun dengan 259 saham menguat versus 319 saham menurun.
- Investor akan mencermati data inflasi dan neraca perdagangan domestik serta ketegangan geopolitik AS-Venezuela sebagai katalis pasar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di awal perdagangan Senin, 5 Januari 2026. IHSG menguat di level 8.778.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG masih berada di zona hijau dengan naik 0,05 persen di level 8.75.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 6,88 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,37 triliun, serta frekuensi sebanyak 482.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 259 saham bergerak naik, sedangkan 319 saham mengalami penurunan, dan 389 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, VICI, DEFI, PJHB, AHAP, TMAS, BBSS, INET, GTSI, TRUE, DKHH, BNBA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LION, EMDE, POLU, MXPL, ASLI, TEBE, HOMI, KING, MEJA, DFAM, SPRE.
Proyeksi IHSG
IHSG ditutup menguat pada perdagangan terakhir. IHSG tercatat naik 1,17 persen ke level 8.748, didorong oleh aksi beli investor asing yang membukukan net foreign buy sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas Senin (5/1/2026), penguatan IHSG mencerminkan mulai membaiknya sentimen risiko di pasar saham domestik. Meski demikian, secara teknikal ruang kenaikan indeks dinilai mulai terbatas.
Baca Juga: IHSG Resistance Menuju 8.820, Target Diprediksi Naik Ditopang Aksi Beli Asing
"Resistance terdekat IHSG berada di area 8.765," tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Dari sisi global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan terakhir. Dow Jones Industrial Average menguat 0,66 persen ke level 48.382,39, disusul S&P 500 yang naik 0,19% ke posisi 6.858,47. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq justru terkoreksi tipis 0,027% ke level 23.235,63.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah katalis domestik, terutama rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
Kedua indikator tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan ekonomi serta menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
Sementara dari sisi eksternal, eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela turut menjadi perhatian investor.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan volatilitas pasar global dan berdampak pada pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
Harga Emas Hari Ini Naik Usai Pelemahan dan Stagnansi Awal Tahun
-
Harga Terus Meroket, Gen Z Makin Doyan Beli Emas
-
Vale Hentikan Operasional Tambang, ESDM Beri Penjelasan
-
Profil Pemilik Saham MORA, Emiten Infrastruktur Jaringan yang Harganya Meroket
-
Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Marak, Ancaman Banjir Bandang Datang
-
Neraca Dagang Surplus, Bank Indonesia Optimis Ketahanan Ekonomi Nasional Makin Kuat
-
Satgas ESDM: Terjadi Kenaikan dan Penurunan Konsumsi BBM Selama Nataru!
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
-
Telah Berikan Izin Impor, ESDM: Stok BBM Shell Cs Harusnya Sudah Normal
-
Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela