- Manajer investasi global ternama seperti BlackRock dan Vanguard aktif mengakumulasi saham GOTO selama Desember 2025.
- BlackRock memimpin akumulasi dengan penambahan sekitar 600 juta lembar saham secara bulanan.
- Aksi beli institusional ini terjadi setelah saham GOTO menekan IHSG sepanjang tahun 2025.
Suara.com - Di tengah fluktuasi indeks yang cukup tajam, sejumlah manajer investasi global ternama dilaporkan mulai mempertebal kepemilikan saham mereka di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Langkah akumulasi ini menjadi sorotan utama, mengingat GOTO merupakan salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Data terbaru dari Bloomberg mengungkapkan adanya arus modal masuk yang konsisten dari institusi-institusi raksasa sepanjang Desember 2025.
Nama-nama besar seperti BlackRock, Vanguard, hingga Crédit Agricole tercatat aktif menambah porsi kepemilikan mereka.
Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan investor ritel mengenai arah pergerakan harga GOTO di tahun 2026, setelah melewati periode tekanan yang cukup berat sepanjang tahun lalu.
BlackRock dan Vanguard Pimpin Akumulasi Global
Pimpinan arus akumulasi ini tidak lain adalah BlackRock Inc., perusahaan manajemen aset terbesar di dunia. BlackRock dilaporkan melakukan penambahan kepemilikan sekitar 600 juta lembar saham GOTO secara bulanan.
Dengan aksi beli ini, total kepemilikan BlackRock kini menyentuh angka 30,88 miliar lembar saham, atau setara dengan 2,71% dari total saham yang beredar di pasar.
Selain BlackRock, raksasa pengelola dana asal Amerika Serikat lainnya, Vanguard, juga terpantau melakukan penambahan posisi, meski dalam volume yang lebih konservatif.
Baca Juga: IHSG Resistance Menuju 8.820, Target Diprediksi Naik Ditopang Aksi Beli Asing
Perbankan investasi global seperti JPMorgan dan Goldman Sachs pun tidak ketinggalan dengan mencatatkan akumulasi tipis namun konsisten.
Dari Benua Eropa, Crédit Agricole muncul sebagai entitas yang cukup agresif melakukan pembelian bulanan. Kehadiran institusi Eropa ini memberikan sinyal kuat bahwa minat terhadap ekosistem digital Indonesia masih terjaga dengan baik di mata pemodal internasional.
Melihat prospek GOTO, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham GOTO di kisaran 65-68. Target harga pertama 71 dan target harga kedua 73. Stoploss saham GOTO jika jatuh ke bawah 64.
Sedangkan Mandiri Sekuritas pada akhir tahun lalu merekomendasikan buy saham GOTO dengan target harga 100.
Performa GOTO: Antara Tekanan 2025 dan Harapan 2026
Harus diakui bahwa perjalanan saham GOTO sepanjang tahun 2025 bukanlah hal yang mudah bagi para pemegang sahamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit