Bisnis / Makro
Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. [Situs GoTo]
Baca 10 detik
  • Manajer investasi global ternama seperti BlackRock dan Vanguard aktif mengakumulasi saham GOTO selama Desember 2025.
  • BlackRock memimpin akumulasi dengan penambahan sekitar 600 juta lembar saham secara bulanan.
  • Aksi beli institusional ini terjadi setelah saham GOTO menekan IHSG sepanjang tahun 2025.

Saham ini sempat menjadi salah satu kontributor utama yang menekan laju IHSG akibat pelemahan harga yang terus berlangsung. Pada penutupan perdagangan terbaru, harga GOTO berada di level Rp68 per lembar, mengalami pelemahan sekitar 1% dibandingkan harga pembukaan pada hari yang sama.

Meski demikian, para analis melihat adanya perubahan sentimen yang mulai terasa di awal Januari 2026. Tekanan jual yang mendominasi tahun lalu mulai terimbangi oleh gairah baru di pasar domestik.

Pada perdagangan perdana tahun ini, saham GOTO justru tampil sebagai salah satu pendorong penguatan indeks dengan lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kembalinya kepercayaan investor ini berjalan selaras dengan tren net buy asing yang mulai membanjiri pasar saham Indonesia sejak awal tahun.

Masuknya investor institusi sekelas BlackRock pada harga yang relatif rendah (di kisaran Rp60-an) memunculkan pertanyaan: apakah ini sekadar strategi bottom fishing atau adanya keyakinan kuat terhadap perbaikan fundamental GOTO?

Load More