- Aset pengguna Tokocrypto tembus Rp5,8 triliun per Januari 2026, terjamin 1:1.
- Gunakan teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk audit cadangan yang transparan.
- Transaksi Tokocrypto capai Rp150 triliun, perkuat keamanan dengan standar ISO.
Suara.com - Di tengah dinamika pasar aset kripto global yang penuh tantangan, Tokocrypto mengambil langkah proaktif untuk memperkuat kepercayaan investor melalui penerapan Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan.
Melalui mekanisme ini, platform yang berlisensi OJK tersebut memastikan bahwa seluruh dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi secara mandiri oleh publik.
Hingga per 1 Januari 2026, Tokocrypto mencatatkan pertumbuhan nilai aset yang sangat signifikan. Total aset pengguna yang terverifikasi dalam sistem PoR mencapai US$345.379.785 atau setara Rp5,806 triliun. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan saat awal peluncuran fitur tersebut pada tahun 2023.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa transparansi adalah pondasi utama industri. “Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh dengan prinsip cakupan aset 1:1,” ujar Calvin.
Tokocrypto tidak hanya sekadar merilis data, namun mengadopsi teknologi keamanan tingkat tinggi untuk menjamin akurasi sekaligus privasi pengguna salah satunya memungkinkan setiap pengguna melakukan verifikasi mandiri (self-verification) untuk memastikan saldo mereka benar-benar tercatat dalam total kewajiban perusahaan.
Selain itu teknologi Zero-Knowledge ini membuktikan bahwa total saldo pengguna setara dengan cadangan perusahaan tanpa perlu membocorkan data sensitif ke publik.
Adapun aset utama yang tersimpan mencakup koin-koin berkapitalisasi besar seperti 1.246 BTC, 10.005 ETH, 12.272 BNB, hingga 75,5 juta USDT. Seluruh aset cadangan ini disimpan di akun terpisah dari aset operasional perusahaan.
Meskipun pasar kripto global sempat berada dalam fase koreksi, minat investor di Indonesia tetap kokoh. Hal ini tercermin dari total nilai transaksi Tokocrypto hingga Desember 2025 yang sukses melampaui angka Rp150 triliun.
Selain audit cadangan, Tokocrypto juga memperkuat benteng pertahanannya dengan sertifikasi internasional ISO 27001 dan ISO 27017. "Kami ingin memastikan proyek-proyek lokal dan ekosistem kripto nasional tumbuh sehat dan berkelanjutan," tambah Calvin. Pengguna dapat memantau transparansi ini kapan saja melalui laman resmi perusahaan.
Baca Juga: Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis