Suara.com - PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang belakangan terus mencatat kenaikan harga saham merevisi naik target harga sahamnya menjadi Rp 10.000 per lembar.
Kajian Sinarmas Sekuritas tersebut didasarkan pada posisi RMKE yang memiliki ekosistem bisnis logistik batubara terintegrasi paling dominan di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam riset terbarunya, analis mempertahankan rekomendasi Beli (Buy) dengan keyakinan bahwa fundamental perseroan sedang berada dalam jalur ekspansi yang agresif.
Integrasi rantai pasok RMKE—mulai dari proses bongkar muat di Stasiun Simpang, penggunaan jalan angkut (hauling road) eksklusif, hingga pemuatan ke tongkang di Pelabuhan Musi 2—dinilai sebagai keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi pesaing.
Salah satu sorotan utama dalam riset tersebut adalah efisiensi penggunaan modal (CapEx). Stasiun Simpang milik RMKE saat ini memiliki kapasitas terpasang hingga 30 juta ton per tahun.
Namun, sepanjang 2025, utilisasinya baru mencapai sekitar 30% atau 9 juta ton.
"Rendahnya tingkat utilisasi ini justru menjadi peluang emas. Perseroan memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas tanpa harus menggelontorkan belanja modal besar dalam jangka pendek," tulis laporan Sinarmas Sekuritas.
Di sisi infrastruktur pendukung, RMKE memiliki kekuatan armada dan fasilitas yang mumpuni:
- Hauling Road: Jalan angkut sepanjang 8 km dengan kapasitas 15,1 juta ton per tahun.
- Pelabuhan Musi 2: Dilengkapi lima jalur conveyor belt berkapasitas 32 juta ton per tahun, menjamin distribusi berjalan tanpa hambatan (bottleneck).
Revisi target harga ke level Rp 10.000 mencerminkan lonjakan volume bongkaran yang diprediksi melampaui ekspektasi pasar. Sinarmas Sekuritas memproyeksikan volume angkutan batubara RMKE dapat menyentuh 15 juta ton pada 2026 dan menembus angka 20 juta ton pada 2027.
Baca Juga: BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini
Sebagai catatan, harga saham RMKE telah mengalami reli luar biasa dengan kenaikan lebih dari 100% sejak inisiasi riset awal.
Pada awal pekan ini, saham RMKE diperdagangkan di kisaran Rp 7.875, yang berarti masih terdapat ruang pertumbuhan (upside) yang sangat lebar menuju target harga baru.
Profil dan Struktur Pemilik RMKE
Didirikan pada 2009 dan melantai di bursa sejak 2021, RMKE bukan sekadar penyedia jasa logistik. Melalui anak usahanya, PT Truba Bara Banyu Enim, perseroan juga mengelola tambang batubara seluas 10.220 hektare di Muara Enim dengan cadangan terbukti mencapai 75 juta ton.
Berdasarkan data registrasi pemegang efek per Oktober 2025, struktur kepemilikan saham RMKE didominasi oleh:
PT RMK Investama: 56,8% (Pemegang Saham Pengendali)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih