- IHSG mengalami tekanan jual signifikan akibat penurunan saham emiten besar terafiliasi Prajogo Pangestu, terutama BREN dan PTRO.
- Spekulasi investor beralih ke saham lapis kedua dan ketiga yang mengalami lonjakan harga hingga menyentuh batas Auto Reject Atas.
- Meskipun tekanan jual terjadi, aktivitas transaksi di BEI melonjak drastis dengan volume dan nilai rata-rata harian meningkat signifikan.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup masif melanda emiten-emiten di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu.
Penurunan ini menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks secara keseluruhan, mengingat bobot saham-saham tersebut yang sangat besar terhadap pergerakan IHSG.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi motor utama yang menekan indeks.
Tercatat, saham BREN mengalami kejatuhan lebih dari 5,54%, sementara PTRO menunjukkan koreksi yang jauh lebih dalam dengan penurunan melampaui angka 8%.
Tren negatif ini tidak berhenti di situ; sejumlah emiten besar lainnya juga terpantau parkir di zona merah.
Daftar saham yang mengalami penyusutan harga cukup signifikan mencakup PT Barito Pacific Tbk (BRPT), disusul oleh emiten lain seperti COIN, INET, CDIA, BUMI, DEWA hingga raksasa batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Tekanan jual juga merembet ke sektor lain yang dihuni oleh TPIA, RAJA, RATU, hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor atau sekadar penyesuaian harga setelah reli panjang yang terjadi pada akhir tahun lalu.
Berseberangan dengan nasib saham-saham big cap, gairah spekulasi justru beralih ke saham-saham lapis kedua dan ketiga.
Beberapa emiten tercatat melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), memberikan keuntungan kilat bagi para trader harian.
Baca Juga: IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
Emiten properti dan media PT MNC Land Tbk (KPIG) memimpin penguatan dengan kenaikan 24,11% ke posisi Rp280. Performa impresif juga ditunjukkan oleh SOHO yang melesat 24,85% ke level Rp2.060.
Sektor pangan dan infrastruktur juga tidak mau ketinggalan; saham GULA meroket 24,84% ke Rp382, disusul ATAP yang naik 24,59% ke Rp760, serta INDS yang menguat 24,48% ke angka Rp356.
Lonjakan harga yang bahkan lebih ekstrem juga terlihat pada saham DKHH yang meroket 33,71% ke level Rp119, serta MSKY yang berhasil mengamankan kenaikan 27,91% ke posisi Rp110.
Aktivitas ini mencerminkan bahwa meskipun indeks secara keseluruhan tertekan oleh saham berkapitalisasi besar, likuiditas pasar tetap mengalir deras ke saham-saham potensial lainnya.
Jika menilik kinerja sepanjang pekan lalu, IHSG sebenarnya masih berada dalam tren yang sangat positif. Indeks berhasil menghimpun kenaikan sebesar 188 poin atau setara dengan apresiasi 2,16%, beranjak dari level 8.748 menuju 8.936.
Salah satu pendorong utama dari kenaikan ini adalah dominasi sektor material dasar, yang dipicu oleh lonjakan harga saham-saham emiten nikel seiring dengan tren kenaikan harga komoditas global.
Aspek yang paling menarik perhatian para analis adalah lonjakan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rata-rata volume perdagangan harian melonjak drastis sebesar 48,08%, mencapai angka 61,78 miliar lembar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya berada di kisaran 41,72 miliar lembar.
Sejalan dengan volume, nilai transaksi harian juga meledak sebesar 44,68%. Rata-rata perputaran uang di bursa kini mencapai Rp31,45 triliun per hari, sebuah peningkatan signifikan dari angka Rp21,74 triliun pada periode pekan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg