- Pemerintah menargetkan penyerapan gabah setara beras sebesar 4 juta ton pada tahun 2026 melalui kolaborasi kementerian dan lembaga.
- Keyakinan target tercapai didukung data BPS potensi produksi beras Januari-Februari 2026 mencapai 4,78 juta ton.
- Keberhasilan ini merupakan upaya mempertahankan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Suara.com - Pemerintah kian optimistis target serapan gabah setara beras pada 2026 sebesar 4 juta ton dapat direalisasikan.
Keyakinan itu seiring tren peningkatan produksi padi nasional yang dinilai makin solid dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras 2026 serta penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog, Senin (12/1/2026).
“Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target BULOG dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insyaallah mudah-mudahan ini tercapai. Kalau ini tercapai ada sejarah baru bagi Indonesia nanti,” kata Amran dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, kenaikan produksi menjadi modal utama untuk menggenjot serapan.
Data rilis Badan Pusat Statistik pada 5 Januari 2026 menunjukkan luas tanam periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare dengan potensi produksi beras sebesar 4,78 juta ton.
“Artinya insyaallah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan, itu produksinya lebih besar daripada tahun lalu,” jelasnya.
Mentan Amran menekankan, pentingnya sinergi dan kerja satu komando lintas lembaga agar target serapan tersebut tercapai.
Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, hingga para pemangku kepentingan pangan di daerah disebut menjadi kunci.
Baca Juga: Menteri Bahlil Mau Swasembada BBM Lewat RDMP Kilang Balikpapan
“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci menjaga swasembada dan melangkah ke tahap berikutnya,” tuturnya.
Menurut dia, penguatan serapan gabah merupakan bagian dari upaya menjaga swasembada pangan berkelanjutan.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus kesejahteraan petani tetap terjaga.
“Bapak Presiden Prabowo umumkan Indonesia swasembada pangan berkat kerja keras kita semua. Dan ini kita lakukan semua demi Merah Putih atas arahan bapak presiden diminta rencana 2026 kita kembali swasembada pangan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai 2026 sebagai momentum penting untuk memastikan seluruh program pangan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Dia mengungkapkan bahwa apa yang sudah berhasil di tahun 2025 itu kemudian bagaimana itu menjadi autopilot, kemudian diacapai hal-hal yang baru di tahun 2026.
Berita Terkait
-
Mentan Amran Pastikan Pemerintah Tangani Penuh Pemulihan Lahan Pertanian Puso Akibat Bencana
-
Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra
-
Mentan/Kabapanas Tegaskan: Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya pada 2026
-
Stok Beras Nasional Aman, Mentan/Kabapanas Setujui Permohonan Gubernur Mualem: 10.000 Ton Beras
-
Mentan Amran Lepas 207 Truk Logistik ke Sumatra, Angkut Migor, Susu Hingga Beras
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih
-
Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T
-
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen
-
Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya
-
Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong
-
IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600
-
Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi
-
Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan
-
Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya
-
Rekor Buruk Rupiah Hari Ini