- Target 2026: SIG proyeksi pasar semen nasional tumbuh 2,5% didorong infrastruktur & properti.
- Semen Hijau: Inovasi PwrPro kurangi emisi karbon 38% dengan TKDN tinggi di atas 90%.
- Solusi Hunian: Bata interlock SIG siap dukung program 3 juta rumah pemerintah tiap tahun.
Suara.com - Kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang tahun 2025 tidak menyurutkan langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk tetap ekspansif.
Melalui ajang SIG Infrastructure Summit bertema "Bangga Bangun Indonesia", emiten semen pelat merah ini memaparkan strategi jitu dalam menghadapi ketatnya persaingan industri.
Berdasarkan kajian internal, SIG memproyeksikan penjualan semen nasional masih berpotensi tumbuh sekitar 2,5% pada tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur pemerintah dan gairah sektor properti, di tengah tantangan rendahnya tingkat utilisasi pabrik secara nasional.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa kunci menghadapi pasar yang dinamis adalah transformasi bisnis. Emiten bersandi SMGR ini lanjut dia akan fokus pada pengembangan produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan spesifik di tiap daerah serta penguatan tata kelola rantai pasok.
“Kami memperkuat peran sebagai mitra strategis melalui pengembangan semen hijau dan solusi konstruksi terintegrasi. Ini bukan sekadar memenuhi teknis proyek, tapi mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, memperkenalkan inovasi unggulan berupa semen hijau yang mampu menekan emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional. Salah satu produk andalannya adalah semen hidraulis PwrPro yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 90%.
Selain itu, SIG menawarkan bata interlock presisi sebagai solusi nyata untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia harus selaras dengan agenda transisi rendah karbon agar tetap kompetitif di level global.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menggali peluang proyek strategis. Inovasi material dan teknologi sangat krusial untuk menekan emisi tanpa mengurangi keandalan infrastruktur,” pungkas Andriano.
Baca Juga: Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG