- IHSG menguat 0,72% didukung oleh *net buy* asing signifikan senilai Rp1,45 triliun pada saham besar.
- Bursa Wall Street terkoreksi akibat kekhawatiran kebijakan Trump dan tekanan sektor keuangan seperti JPMorgan.
- Bursa Asia, terutama Nikkei Jepang yang mencetak rekor, menunjukkan penguatan tajam karena pelemahan Yen.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan kemarin dengan menguat 0,72%.
Kenaikan ini ditopang oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1,45 triliun.
BNI Sekuritas menyoroti sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi sasaran utama akumulasi asing, meliputi sektor perbankan dan nikel, di antaranya INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.
Secara teknikal, IHSG diprediksi memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level support kuat.
Proyeksi Pergerakan IHSG merujuk pada kajian harian BNI Sekuritas:
Support: 8.860 – 8.900
Resistance: 8.970 – 9.000
Berdasarkan dinamika pasar, beberapa saham yang layak dipantau untuk aktivitas trading harian adalah: MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG.
Sementara kajian dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham BBNI, BMRI, PGEO, JPFA dan ISAT untuk trading hari ini.
Wall Street Terkoreksi: Efek Kebijakan Trump dan Volatilitas Perbankan
Baca Juga: Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Berbanding terbalik dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/1). Indeks S&P 500 terkoreksi 0,19%, Dow Jones anjlok 0,8%, dan Nasdaq turun tipis 0,1%.
Tekanan utama datang dari sektor keuangan dan kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump.
Saham JPMorgan merosot 4,2% meskipun kinerja kuartal IV melampaui estimasi. Investor mengkhawatirkan rendahnya pendapatan dari sektor investment banking.
Selain itu, kebijakan Trump yang mengusulkan pelarangan pembagian dividen serta buyback saham bagi perusahaan pertahanan, ditambah rencana pembatasan bunga kartu kredit maksimal 10%, memicu kekhawatiran sistemik di sektor keuangan.
Saham Mastercard dan Visa pun ikut terseret turun masing-masing 3,8% dan 4,5%.
Meski demikian, data inflasi AS (CPI) yang dirilis relatif sesuai ekspektasi, dengan inflasi inti di level 2,6% YoY, memberikan sedikit bantalan agar pasar tidak jatuh lebih dalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris