- IHSG mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) hingga 9.029 pada penutupan Sesi I, didorong saham grup Prajogo Pangestu.
- Lonjakan historis ini dipicu oleh penguatan signifikan saham BREN sebesar 5,16% dan saham komoditas BUMI serta ANTM.
- Aktivitas pasar saham sangat bergairah dengan nilai transaksi mencapai Rp5,42 triliun, menebus volatilitas ekstrem hari sebelumnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) setelah melesat tajam di zona hijau sejak bel pembukaan berbunyi.
Hingga penutupan Sesi I pukul 11.45 WIB, indeks bertengger di posisi 9.029. Sebelumnya, pada pukul 10.45 WIB, IHSG tercatat menguat signifikan sebesar 0,9% atau naik 80,15 poin ke level 9.028.
Optimisme investor terlihat sangat kuat mengingat indeks sempat menyentuh puncak intraday di level 9.032, dengan batas bawah harian terjaga di level 8.979.
Lonjakan historis ini dipicu oleh performa impresif sejumlah saham big cap, terutama emiten yang bernaung di bawah payung grup konglomerat Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tampil sebagai lokomotif utama dengan kenaikan 5,16% ke harga Rp9.675 per lembar.
Sementara, saham-saham dengan penguatan tertinggi diantaranya dicetak oleh SOHO (24,9%), AYLS (33,3%) dan INDS(25%).
Langkah ini diikuti oleh emiten terafiliasi lainnya:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Melonjak 5,02% ke level Rp1.255.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Menguat 2,14% ke posisi Rp2.870.
Selain grup Barito, dua saham komoditas yakni BUMI dan ANTM juga menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Kedua saham ini membukukan nilai transaksi jumbo, masing-masing sebesar Rp1.39 triliun dan Rp1,07 triliun.
Saham BUMI naik 3,45% ke level 420, sementara ANTM terbang 5,67% ke posisi 4.100.
Hingga tengah hari, aktivitas pasar tergolong sangat bergairah dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,42 triliun.
Baca Juga: Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
Volume saham yang berpindah tangan menembus 9,24 miliar lembar dalam 562.100 kali frekuensi transaksi, menjaga kapitalisasi pasar bursa domestik tetap di kisaran Rp16.300-an triliun.
Pencapaian rekor hari ini sekaligus menjadi penebusan atas volatilitas ekstrem yang terjadi pada Selasa (13/1). Kemarin, IHSG sempat membuat investor tegang setelah apresiasi nyaris 1% lenyap dalam hitungan menit. Meski sempat dibuka menguat ke 8.944, indeks justru berakhir stagnan di level 8.884 pada sesi pertama kemarin.
Koreksi mendadak tersebut dipicu oleh tekanan jual pada saham-saham energi dan infrastruktur. Emiten seperti BREN, BRPT, serta trio Bakrie (BUMI, BRMS, DEWA) sempat menjadi pemberat indeks akibat aksi profit taking massal.
Sektor konsumer non-primer dan infrastruktur menjadi yang paling terdampak dalam guncangan singkat tersebut.
Merespons dinamika pasar yang sangat kontras dalam dua hari terakhir, sejumlah analis mengingatkan investor untuk tetap waspada.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa koreksi dalam yang sempat terjadi kemarin merupakan imbas dari aksi ambil untung (profit taking) pada sektor energi yang sudah reli cukup panjang.
Fluktuasi tajam antara Senin sore dan kenaikan hari ini menjadi sinyal bahwa meskipun tren jangka panjang IHSG berada di jalur bullish, pasar tetap memiliki risiko koreksi mendadak.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh data yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau perintah jual/beli terhadap saham tertentu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Investor diharapkan melakukan analisis mandiri dan memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian yang timbul dari keputusan berdasarkan informasi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986