- IHSG mencapai level 9.007 pada pembukaan Rabu, 14 Januari 2027, meskipun sempat sedikit turun menjadi 8.984.
- Pada waktu tersebut, terjadi transaksi senilai Rp 4,97 triliun dengan mayoritas saham (338) bergerak naik, bukan turun.
- Proyeksi menguat didukung sentimen positif regional dan komoditas, meskipun Wall Street mengalami pelemahan sebelumnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 9.000 pada awal perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. IHSG dibuka menguat tajam ke level 9.007
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.16 WIB, IHSG terus betah di zona hijau di level 8.984 atau naik 0,41 persen
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 7,95 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,97 triliun, serta frekuensi sebanyak 510.q00 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 338 saham bergerak naik, sedangkan 234 saham mengalami penurunan, dan 386 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SOTS, SOHO, INDS, KOCI, ACST, IBOS, ARCI, PACK, IDEA, PSKT, EURO.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ASPR, SOLA, WEHA, NICK, SKBM, NATO, NINA, INAI, HBAT, UDNG, ITMA.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026), seiring sentimen positif dari pasar internasional dan regional meski Wall Street ditutup melemah.
Berdasarkan riset Samuel sekuritas, pasar saham Amerika Serikat terkoreksi pada Selasa (13/1/2026). Indeks Dow Jones turun 0,80 persen, S&P 500 melemah 0,19 persen, dan Nasdaq terkikis 0,10 persen.
Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham Hari Ini saat IHSG Diguyur Dana Jumbo Investor Asing
Tekanan di Wall Street terjadi ketika investor melakukan aksi jual pada saham JPMorgan, meskipun kinerjanya melampaui ekspektasi. Pasar juga masih dibayangi volatilitas akibat sejumlah usulan Presiden AS Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir.
Dari pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat turun 0,6 basis poin ke level 4,178 persen. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,28 persen ke posisi 99,16.
Di tengah kondisi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG justru berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Penguatan didorong oleh sentimen positif dari pasar regional yang cenderung solid serta dukungan pergerakan sejumlah komoditas.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat berada di level 8.948 atau menguat 0,7 persen. Sejumlah indeks kawasan Asia juga menunjukkan performa positif, seperti Straits Times Index (STI) yang naik 0,9 persen dan indeks STOXX Eropa yang menguat 0,2 persen.
Dari sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 2,5 persen ke level USD 65 per barel, sementara batu bara ICE naik 1,2 persen ke USD 109 per metrik ton. Namun, harga CPO Malaysia turun 0,6 persen ke MYR 4.064 per ton dan nikel melemah 1,2 persen ke USD 17.563 per ton. Harga emas juga terkoreksi tipis 0,2 persen ke USD 4.587 per troy ounce.
Nilai tukar rupiah turut menguat dengan USD/IDR tercatat turun 0,2 persen ke level 16.865.
Adapun saham-saham yang mencatatkan aksi beli bersih investor asing pada 13 Januari 2026 antara lain INCO, ASII, dan MBMA. Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas asing adalah HRTA, BBCA, dan BBRI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar