Bisnis / Energi
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Logo Antam.(Dok: Antam)
Baca 10 detik
  • PT ANTAM membantah keras narasi ledakan dan ratusan orang terjebak di tambang yang viral di media sosial.
  • Video yang beredar adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis bawah tanah sesuai prosedur keselamatan perusahaan.
  • Aktivitas operasional ANTAM terkendali, tidak berdampak pada keselamatan karyawan, dan mengimbau publik tidak menyebar hoaks.

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membantah adanya ledakan yang terjadi di salah satu area pertambangannya sebagaimana narasi yang muncul dalam video viral di media sosial.

Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk,  Wisnu Danandi, menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks atau informasi bohong. 

"PT Aneka Tambang Tbk menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks)," kata Wisnu lewat keteranganya yang dikutip pada Kamis (15/1/2026). 

Wisnu menjelaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah, yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. 

"Termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," ujarnya. 

ANTAM menjamin perusahaan menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"ANTAM mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," kata Wisnu. 

Load More