- PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI) melakukan perombakan pengurus melalui RUPSLB pada Kamis, 15 Januari 2026.
- Ari Askhara diangkat menjadi Direktur Utama baru menggantikan Tirta Hidayat, serta penyegaran di posisi direksi dan komisaris.
- Ari Askhara, mantan Dirut Pelindo III dan Garuda Indonesia, menargetkan pertumbuhan dengan diversifikasi logistik maritim dan energi.
Suara.com - Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), resmi melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran pengurusnya.
Keputusan strategis ini diambil melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar baru-baru ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2026), HUMI resmi mengangkat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, yang akrab disapa Ari Askhara, sebagai Direktur Utama baru menggantikan Tirta Hidayat.
Selain itu, Indra Yurana Sugiarto ditunjuk sebagai Direktur Perseroan menggantikan Dedi Hudayana.
Tidak hanya di level direksi, penyegaran juga terjadi di kursi pengawasan. HUMI mengangkat Mahdan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, menggantikan AR Sofyan. Sementara itu, Dedi Hudayana dipercaya menjabat sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Daryono.
Manajemen HUMI menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) guna menghadapi dinamika industri maritim yang diprediksi semakin menantang pada tahun 2026.
Dalam sambutan perdana sebagai Direktur Utama, Ari Askhara mengungkapkan visinya untuk membawa HUMI menuju pertumbuhan pendapatan yang lebih sehat. Ia menekankan pentingnya sinergi grup, ekspansi armada, serta diversifikasi usaha yang berkelanjutan.
"Ke depan, HUMI akan bertransformasi berbasis pada integrated maritime and energy logistics nasional, bukan hanya sekadar ship owner," tegas Ari Askhara.
Rekam Jejak dan Profil Ari Askhara
Baca Juga: Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia
Ari Askhara merupakan sosok yang memiliki latar belakang kuat di bidang keuangan dan manajemen korporasi.
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan pascasarjana Administrasi Bisnis Universitas Indonesia ini memulai karirnya di Bank Mandiri selama lebih dari 11 tahun.
Perjalanan karir profesionalnya mencakup berbagai posisi strategis di lembaga multinasional maupun BUMN, antara lain:
Perbankan & Investasi: Pernah menjabat Vice President di Deutsche Bank, serta posisi direktur di Barclays Investment Bank dan Standard Chartered Bank.
Industri Energi & Konstruksi: Menjabat Finance Director di PetroSand Indonesia dan Human Capital & Development Director di PT Wijaya Karya.
Sektor Maritim & Logistik: Pernah memimpin sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.
Sektor Penerbangan: Menjabat sebagai Direktur Keuangan serta Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).
Meski memiliki karir yang mentereng di dunia korporasi, publik juga mengenal Ari Askhara melalui kasus hukum yang menimpanya pada periode 2019-2020.
Ia sempat tersandung masalah hukum terkait penyelundupan motor mewah dan sepeda premium dalam penerbangan perdana pesawat baru Garuda Indonesia dari Prancis, yang berujung pada pencopotannya saat itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter